Penelitian Evaluasi (bagian 2)

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV)

1. Dasar Pelaksanaan PORPROV

Olahraga merupakan segala aktivitas fisik yang dilakukan dengan sengaja dan sistematis untuk mendorong, membina dan mengembangkan potensi jasmani, rohani dan sosial (Toho dan Ali, 2007:2). Menurut Undang-undang Republik Indonesia No.3 tahun 2005, olahraga adalah segala kegiatan yang sistematis untuk mendorong membina, serta mengembangkan potensi jasmani, rohani, dan sosial (UU RI No.3, 2005:2).

Dari kedua pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa olahraga adalah suatu aktivitas fisik yang bersifat positif  yang dapat menyehatkan jasmani maupun rohani serta dapat mendorong, membina, serta mengembangkan potensi jasmani, rohani, dan sosial. Oleh sebab itu olahraga seharusnya dilakukan oleh umat manusia dan  pemerintah harus berperan untuk menjadikan olahraga sebagai ajang kompetisi dan prestasi.

Olahraga prestasi menurut Undang-undang RI No.3 Tahun 2005 adalah olahraga yang membina dan mengembangkan olahragawan secara terencana, berjenjang, dan berkelanjutan melalui kompetisi untuk mencapai prestasi dengan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi keolahragaan. Oleh karena itu pemerintah harus bertanggung jawab untuk  memajukan prestasi olahraga nasional di ajang yang lebih tinggi yaitu di tingkat internasional. Dalam Undang-undang RI No. 3 tahun 2005 tentang sistem keolahragaan nasional pasal 11 ayat 1 yangberbunyi pemerintah dan pemerintah daerah mempunyai hak mengarahkan, membimbing, membantu,dan mengawasi penyelenggaraan keolahragaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Dari keterangan tersebut telah secara jelas ditetapkan tanggung jawab pemerintah untuk memajukan olahraga nasional. Salah satu cara untuk memajukan prestasi olahraga adalah dengan menyelenggarakan ajang olahraga di tingkat daerah maupun di tingkat nasional. Dan salah satu kejuaraan olahraga yang diselenggarakan pemerintah di tingkat daerah adalah Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV).

Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) adalah pertandingan/perlombaan multieven yang mempertandingkan berbagai macam cabang olahraga antar Kota/Kabupaten dalam lingkup regional satu Provinsi. Multieven ini diselenggarakan oleh pemerintah daerah setiap provinsi.

Penyelenggaraan PORPROV ini sendiri mengacu pada Undang-undang RI No.3 tahun 2005 tentang sistem keolahragaan nasional, peraturan pemerintah Nomor 17 tahun 2007 tentang penyelenggaraan pekan dan kejuaraan olahraga serta anggaran dasar KONI dan anggaran Rumah Tangga KONI. Dalam Undang-undang RI No.3 tahun 2005 pasal 42 tentang penyelenggaraan kejuaraan berbunyi setiap penyelenggaraan kejuaraan olahraga yang dilaksanakan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau masyarakat wajib memperhatikan tujuan keolahragaan nasional serta prinsip penyelenggaraan keolahragaan.

Serta dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 17 tahun 2007 bagian keempat pasal 15 berbunyi:

Pekan olahraga daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diselenggarakan secara periodik dan berkesinambungan dengan tujuan untuk:

(a) Meningkatkan prestasi olahraga, (b) Menjaring bibit olahragawan potensial, (c) Memberdayakan peran serta masyarakat dalam berbagai sector, dan (d) Memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

Dari dua landasan tersebut penyelanggaraan PORPROV Jawa Timur bertujuan untuk memelihara kesinambungan pencarian bibit-bibit baru atlet potensial, berbakat, yang kelak dapat dibina dan ditingkatkan prestasinya pada tingkat nasional bahkan internasional, kemudian memupuk kebersamaan, persatuan dan kesatuan, meningkatkan prestasi olahraga dan mempererat persahabatan dan persaudaraan hal tersebut tertuang dalam surat keputusan ketua KONI  Provinsi Jawa Timur No.426/SK.17/309.1/2009.

2. PORPROV Jawa Timur II tahun 2009 di Kota Malang

Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) adalah pertandingan/perlombaan multieven yang mempertandingkan berbagai macam cabang olahraga antar Kota/Kabupaten dalam lingkup regional satu Provinsi. Multieven ini diselenggarakan oleh pemerintah daerah setiap provinsi.

PORPROV Jatim I tahun 2007 dilaksanakan pada tanggal 3 – 8 November di kota Surabaya.  Dari hasil penyelenggaran Porprov I ini Jawa Timur sukses meningkatkan prestasi olahraga di Jawa Timur, hal tersebut dapat terlihat dari suksesnya kontingen Jawa Timur menjadi Juara umum dalam Pekan Olahraga Nasional XVII  (PON XVII) yang dilaksanakan di Kalimantan Timur.

Dalam Surat keputusan Ketua Umum KONI Provinsi Jawa Timur No. 426/SK.16/309.1/2009, PORPROV Jawa Timur II tahun 2009 kali ini diselenggarakan di kota Malang pada tanggal 4-10 Oktober 2009. Cabang olahraga yang dipertandingan pada PORPROV Jatim II tahun 2009 ini berjumlah 20 cabang olahraga di antaranya;  Atletik, Pencak silat, Sepaktakraw, Catur, Tenis meja, Bulutangkis, Renang, Senam, Balap sepeda, Bridge, Bola basket, Voli indor, Sepakbola, Drum band, Tenis lapangan, Panahan, Gulat, Panjat tebing, Selam, dan Karate. Hal tersebut sesuai dengan surat keputusan Ketua Umum  KONI Provinsi Jawa Tmur no.426 / SK.16 / 309.1 /2009.

Persyaratan peserta dalam PORPROV Jawa Timur II menurut surat Ketua Umum KONI Provinsi Jawa Timur No: 426/SK.17/301.1/2009, adalah:

1. Dilaksanakan atas dasar azas domisili, 2. Bukan atlet Putlasda Jawa Timur 100/II tahun 2009, bukan atlet peserta Pelatnas dan PAL, 3. Usia maksimum 21 tahun kecuali cabang olahraga bola basket dan sepakbola, usia maksimum 19 tahun (kelahiran tahun 1990). Dibuktikan dengan KTP atau KSK, atau ijasah, atau akte kelahiran.

Persyaratan peserta tersebut merupakan penerapan dari tujuan PORPROV yaitu mencari dan membina atlet muda potensial sehingga atlet yang berlaga di ajang ini usianya dibatasi, sehingga regenerasi atlet terus berjalan.  PORPROV Jawa Timur  II tahun 2009 kali ini diikuti oleh 4259 atlet dari 38 kontigen Kota dan Kabupaten se-Jawa Timur dengan merebutkan 188 mendali emas,188 mendali perak dan 619 mendali perunggu (buku panduan PORPROV II, 2009:7).

Dalam surat keterangan Ketua Umum KONI Provinsi Jawa Timur No:426/SK.15/309.1/2009, Panitia pelaksana PORPROV Jawa Timur II tahun 2009 di kota Malang adalah PB PORPROV dari KONI Pengda Jatim kemudian sebagai panitia teknis  pertandingan adalah pengurus cabang olahraga kota Malang yang bersangkutan yang terdiri dari panitia inti Ketua Pelaksana, Sekertaris, Bendahara, dan Bidang Pertandingan serta didampingi oleh seorang Teknikal Deleget dari Pengda Jawa Timur. Tugas dari kepanitiaan ini adalah untuk mengkoordinasikan mengenai pelaksanaan teknis pertandingan masing-masing cabang olahraga yang berkaiatan dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB), tempat pertandingan, peraturan pertandingan, dan pelaksanaan pertandingan.

  1. B. Penelitian Evaluasi

Evaluasi adalah suatu proses menjelaskan, memperoleh dan menyediakan data yang berguna untuk menilai alternatif keputusan, baik pengukuran maupun penilaian sangat esensial bagi pengambilan keputusan (Benny, 2009:7). Menurut Arikunto (2004:1) evaluasi adalah kegiatan untuk mengumpulkan informasi tentang bekerjanya sesuatu, yang selanjutnya informasi tersebut digunakan untuk menentukan alternatif yang tepat dalam mengambil keputusan. Penelitian evaluasi dilakukan dengan cara mengumpulkan, menganalisis, dan memaknai serta menyajikan informasi untuk dipertimbangkan  dalam mengambil keputusan, sehingga penelitian evaluasi harus memenuhi syarat objektivitas, kecermatan dan keabsahan (Sudjarwo dan Bashori, 2009:132).

Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa, evaluasi adalah suatu proses kegiatan mengumpulkan data/informasi untuk menentukan mengambil keputusan.

Penelitian evaluasi merupakan suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan dengan sengaja untuk melihat tingkat keberhasilan suatu program. Penelitian ini dilakukan dengan cara membandingkan tingkat keberhasilan atau kesuksesan rencana dengan pelaksanaan program. Dalam pelaksanaan PORPROV Jawa Timur II tahun 2009 di kota Malang perlu dilakukan evaluasi untuk memperoleh informasi mengenai pelaksanaannya, sehingga informasi yang diperoleh dapat menjadi bahan acuan untuk melaksanakan PORPROV Jawa Timur di tahun-tahun berikutnya.

C. Manajemen

1. Pengertian Manajemen

Istilah manajemen berasal dari kata kerja (bahasa Inggris) to manage yang berarti control. Manajemen adalah proses memimpin dan melancarkan pekerjaan dari orang-orang yang terorganisir secara formal sebagai kelompok untuk memperoleh tujuan yang diinginkan. Menurut Harsuki (2003:143) manajemen adalah kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh suatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui kegiatan-kegiatan orang lain. Stoner (dalam Soerojo, 2008) mengemukakan manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Dari keterangan di atas dapat di ambil suatu kesimpulan bahwa manajemen merupakan kemampuan atau keterampilan untuk melakukan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian sumber daya manusia dan sumber daya lainnya mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efisien.

2. Manajemen Olahraga

Menurut Arnold and Jack (2002:6) olahraga adalah sebuah aktivitas berkompetisi yang dilakukan paling tidak oleh dua kompetitor yang mensyaratkan adanya kemampuan fisik mengikuti prosedur-prosedur yang resmi dan di bawah pengawasan struktur organisasi yang resmi. Oleh karena itu untuk mengembangkan olahraga dibutuhkan suatu cara yang terorganisir untuk meningkatkan dan mengembangkan kegiatan olahraga itu sendiri hal tersebut dapat dilakukan dengan memadukan ilmu manajemen dan olahraga.

Pada dasarnya manajemen olahraga adalah ilmu menajemen dan ilmu olahraga (Depdiknas, 2004:8). Menurut Parks (1998:3) manajemen olahraga adalah kombinasi ketrampilan yang berhubungan dengan perencanaan, pengaturan, pengarahan, pengendalian, dalam konteks suatu organisasi atau departemen yang diutamakan pada produk atau layanan yang berhubungan dengan olahraga dan atau aktivitas fisik. Maka disimpulkan bahwa manajemen olahraga adalah perpaduan keterampilan untuk melakukan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian sumber daya manusia dan sumber daya lainnya mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efisien yang diutamakan pada produk atau layanan yang berhubungan dengan olahraga dan atau aktivitas fisik.

3. Fungsi Manajemen

Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan untuk melaksanakan suatu kegiatan atau program, fungsi manajemen terdiri dari lima komponen yaitu:

a. Perencanaan (Planing)

Perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan. Pembatasan yang agak komplek merumuskan perencanaan sebagai penetapan apa yang harus dicapai bila hal itu dicapai, di mana hal itu harus dicapai, bagaimana hal itu harus dicapai, siapa yang bertanggungjawab dan penetapan mengapa hal itu harus dicapai.

Hampir sama dengan pembatasan terakhir dimana perumusan perencanaan merupakan penetapan jawaban kepada 6 pertanyaan sbb:

(1) Tindakan apa yang harus dikerjakan? (2) Apakah sebabnya tindakan itu harus dikerjakan? (3) Dimanakah tindakan itu harus dikerjakan? (4) Kapankah tindakan itu dilaksanakan? (5) Siapakah yang akan mengerjakan tindakan itu? (6) Bagaimanakah caranya melaksanakan tindakan itu?

b. Pengorganisasian (Organizing)

Dengan pengorganisasian dimaksudkan mengelompokkan kegiatan yang diperlukan yakni penetapan susunan organisasi serta tugas dan fungsi-fungsi dari setiap unit yang ada dalam organisasi serta menetapkan kedudukan dan sifat hubungan antara masing-masing unit tersebut. Organisasi atau pengorganisasian dapat pula dirumuskan sebagai keseluruhan aktivitas manajemen dalam mengelompokan orang-orang serta penetapan tugas, fungsi, wewenang, serta tanggungjawab masing-masing dengan tujuan terciptanya aktivitas yang berdaya guna dan berhasil guna dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu.

  1. c. Perekrutan Pegawai (Staffing)

Perekrutan pegawai merupakan salah satu fungsi manajemen berupa penyusunan personalia pada suatu organisasi sejak dari merekrut tenaga kerja, pengembangannya sampai dengan usaha agar setiap tenaga petugas memberikan daya guna maksimal kepada organisasi.

Pengorganisasian dan perekrutan pegawai merupakan dua fungsi manajemen yang sangat erat hubungannya. Pengorganisasian yaitu berupa penyusunan wadah legal untuk menampung berbagai kegiatan yang harus dilaksanakan pada suatu organisasi, sedangkan perekrutan pegawai berhubungan dengan penerapan orang-orang yang akan memangku masing-masing jabatan yang ada di dalam organisasi tersebut.

d. Motivating

Merupakan kegiatan salah satu fungsi menejemen berupa pemberian inspirasi, semangat dan dorongan kepada bawahan, agar bawahan melakukan kegiatan secara sukarela sesuai apa yg dikehendaki oleh atasan. Pemberian inspirasi, semangat dan dorongan oleh atasan kepada bawahan ditujukan agar bawahan bertambah kegiatannya, atau mereka lebih bersemangat melaksanakan tugas-tugas sehingga mereka lebih berdaya guna dan berhasil guna.

e. Pengawasan (Controling)

Pengawasan adalah salah satu fungsi manajemen yg berupa mengadakan penilaian, bila perlu mengadakan koreksi sehingga apa yg dilakukan bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan maksud tercapai tujuan yg sudah digariskan semula. Dalam melaksanakan kegiatan pengontrolan, atasan mengadakan pemeriksaan, mencocokkan serta mengusahakan  agar kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan serta tujuan yg diinginkan dicapai.

D. Gulat

Pada tahun 2500 SM gulat telah menjadi suatu mata pelajaran di suatu sekolah di negara Cina. Begitu juga sekitar tahun 2050 SM gulat telah dipelajari oleh orang-orang Mesir. Hal ini ketahui berdasarkan peninggalan bangsa Mesir pada waktu itu. Salah satu peninggalannya tersebut berupa gambar-gambar yang menunjukkan teknik-teknik bergulat yang terdapat pada dinding Raja Bani Hasan.

Peraturan gulat internasional baru diadakan pada Olympiade XI tahun 1936 di Berlin, Jerman. Pada waktu itu juga dibentuk Federasi Gulat Internasional atau Federation Internationale de Lutte Amateur (FILA). Sejak itu FILA memperbaiki peraturan gulat internasional.

Sejak sebelum Perang Dunia II, Indonesia sudah mengenal gulat internasinal. Gulat ini dibawa oleh tentara Belanda. Masyarakat Indonesia ketika itu mengenal gulat sebagai tontonan di pasar malam atau pada pesta-pesta di kota besar sebagai acara hiburan.

Organisasi gulat di Indonesia bernama Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) yang didirikan pada tanggal 7 Februari 1960. Pertandingan olahraga gulat dilakukan di atas matras, berukuran 12 x 12 meter sesuai dengan peraturan gulat internasional. Peraturan pertandingan yang dipakai juga peraturan pertandingan gulat internasional dari FILA yang sudah disahkan oleh PB. PGSI. Pegulat selama bertanding harus memakai baju internasional sesuai dengan warna dari sudut mana dia berada, biru atau merah.

Gulat juga merupakan cabor yang dipertandingkan dalam PORPROV Jawa Timur II tahun 2009 di kota Malang. Sebagai Panitia pelaksana adalah PGSI cabang kota Malang dengan panitia inti Ketua, Sekertaris, Bendahara dan Bidang pertandingan serta didampingi oleh seorang Teknikal deleget dari PGSI Jawa Timur. Dalam pelaksanaan pertandingannya juga dibantu petugas pertandingan yang berasal dari berbagai anggota PGSI di Jawa Timur.

Pertandingan Gulat pada PORPROV Jatim II tahun 2009 ini diikuti oleh 13 tim Kabupaten/Kota Se-Jawa Timur dan mempertandingkan 13 nomor/kelas untuk memperebutkan 13 medali emas, 13 medali perak, dan 26 medali perunggu, dengan jumlah total peserta putra-putri sebanyak 130 atlet. Nomor/kelas yang dipertandingkan di antaranya adalah :

Tabel 2.1 Nomor/Kelas yang Dipertandingkan

Gulat Gaya Bebas Putra : Gulat Gaya Bebas Putri :
Kelas 42 kg

Kelas 45 kg

Kelas 48 kg

Kelas 52 kg

Kelas 55 kg

Kelas 60 kg

Kelas 66 kg

Kelas 74 kg

Kelas 84 kg

Kelas 96 kg

Kelas 45 kg

Kelas 51 kg

Kelas 58 kg

Atlet peserta PORPROV Jatim II tahun 2009 cabor Gulat dibatasi usia sampai dengan 21 tahun atau dibatasi dengan kelahiran paling tua tahun 1988, dan atlet Pelatnas, Puslatda, mantan tim Pra PON  dan mantan tim PON gulat Jatim tidak diperkenankan untuk turun/mengikuti PORPROV Jatim II tahun 2009 cabor Gulat.

Pertandingan cabang olahraga Guat diselenggrakan di Sasana Krida Universitas Negeri Malang  pada tanggal 5-7 Oktober 2009, dan dipimpin oleh 2 orang wasit Nasional/N1, dan 5 orang wasit Nasional/N3.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s