Penelitian Evaluasi (bagian 1)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Bangsa Indonesia dijajah oleh Belanda selama lebih kurang 350 tahun dan disusul dengan Jepang selama 3,5 tahun, serta baru menyatakan kemerdekaannya pada tahun 1945. Namun setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, tidak serta merta membuat pemerintahan langsung berjalan dengan lancar dan rakyat hidup dengan tenang. Pada saat itu bangsa Indonesia masih dirongrong kekuasaannya oleh para pemberontak yang membuat terpecahnya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Karena olahraga merupakan kegiatan yang strategis untuk mempersatukan bangsa, maka pada tahun 1948 dilaksanakan Pekan Olahraga Nasional (PON) yang pertama kali di Surakarta (Solo) untuk suatu tujuan persatuan dan kesatuan bangsa. Mulai pada penyelenggaraan PON IX Pekan Olahraga Nasional tahun 1977 tujuan penyelenggaraannya  untuk mengukur prestasi Nasional, sehingga disebut sebagai PON prestasi.

Kontingen Jawa Timur pada PON XVII  telah berhasil menjadi juara umum dengan mengumpulkan 139 medali emas, 113 medali perak ,dan 111 medali perunggu (Wikipedia, 2008). Keberhasilan Jawa Timur sebagai juara umum tersebut terjadi melalui upaya kegiatan pemusatan latihan yang disebut sebagai PUSLATDA Jatim 100, di mana Jawa Timur mentargetkan 100 medali emas pada PON XVII 2008. Selain Puslatda Jatim 100, untuk mempersiapkanatlet lapis kedua, Jawa Timur menyelenggarakan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV)  I  yang dilaksanakan pada tanggal 3 – 8 November tahun 2007 di Surabaya  mempertandingkan 10 cabang olahraga dan  telah sukses dilaksanakan.

Berdasarkan Surat Keputusan ketua KONI  Provinsi Jawa Timur No.426/ SK.17 / 309.1/ 2009 Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan suatu pertandingan/perlombaan multieven yang diikuti oleh atlet dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Timur yang disebut Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Jatim II tanggal  5 – 10 Oktober tahun 2009 di kota Malang dengan mempertandingkan 20 cabang olahraga. Karena ajang akbar ini sangat besar kontribusinya bagi dunia olahraga Indonesia khususnya di Jawa Timur, maka segala aspek harus dilaksanakan dengan maksimal. Dimulai dari sosialisasi, promosi, dan pelaksanaannya kemudian hasil akhirnya harus lebih baik atau setidaknya menyamai keberhasilan  PORPROV Jatim I tahun 2007.

PORPROV Jatim II tahun 2009 KONI di Kota Malang, dari 20 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan termasuk  di dalamnya cabor gulat, yang diikuti 13 Kota/Kabupaten. Cabor gulat merupakan cabor unggulan Jawa Timur di mana selama hampir 29 tahun (1975-2004) cabor gulat selalu menjadi lumbung medali emas untuk Kontingen Jawa Timur pada ajang  Pekan Olahraga Nasional (PON).  Pada PORPROV Jatim II tahun 2009 ini, gulat termasuk salah satu cabor yang  baru dipertandingkan, karena pada PORPROV Jatim I tahun 2007 yang dilaksanakan di Surabaya, cabor gulat belum dipertandingkan.

Dalam penyelenggarakan suatu pertandingan/perlombaan multieven seperti PORPROV dibutuhkan manajemen penyelenggaraan kejuaraan olahraga yang baik agar penyelenggaraan ini terlaksana secara maksimal. Manajemen olahraga adalah kombinasi ketrampilan yang berhubungan dengan perencanaan, pengaturan, pengarahan, pengendalian, dalam konteks suatu organisasi atau departemen yang diutamakan pada produk atau layanan yang berhubungan dengan olahraga dan/atau aktivitas fisik (Parks,1998:3). Untuk itu pada penyelenggaraan PORPROV Jatim II tahun 2009 ini penyelenggara/panitia pelaksana wajib untuk memegang prinsi-prinsip manajemen dengan baik demi suksesnya penyelenggaraan PORPROV Jatim II tahun 2009 di Kota Malang.

Penyelenggaraan PORPROV Jatim II tahun 2009 merupakan ajang multieven yang pertama kali diselenggarakan di Kota Malang, berdasarkan penjelasan dari ketua bidang pertandingan  PORPROV Jawa Timur II tahun 2009  belum ada lembaga ataupun individu yang melakukan evaluasi terhadap  pelaksanaannya. Dari latar belakang di atas peneliti tertarik untuk  melakukan evaluasi pertandingan cabor gulat karena cabang olahraga yang lain sudah ada yang melakukan evaluasi. Maka, peneliti ingin melakukan suatu penelitian yang berjudul ”Studi Evaluasi Pelaksanaan Pertandingan Gulat PORPROV Jatim  II Tahun 2009 di Kota Malang”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang permasalahan yang telah dijelaskan di atas,  dapat dirumuskan masalah dalam penelitian ini adalah:

Karena belum pernah dievaluasi, maka bagaimana hasil evaluasi terhadap pelaksanaan pertandingan gulat PORPROV Jawa Timur II tahun 2009 di Kota Malang ditinjau dari sebelum pelaksanaan, saat pelaksanaan dan setelah pelaksanaan?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan evaluasi pelaksanaan pertandingan gulat  PORPROV Jatim II tahun 2009 di Kota Malang, ditinjau dari sebelum pelaksanaan, saat pelaksanaan dan setelah pelaksanaan.

D. Manfaat Penelitian

Dengan diadakannya penelitian ini, diharapkan dapat memberikan manfaat kepada berbagai pihak, antara lain:

1. Bagi KONI Jawa Timur:

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan/informasi dan sebagai dokumentasi bagi KONI Jawa Timur khususnya tentang pelaksanaan pertandingan cabang olahraga gulat PORPROV Jatim II tahun 2009 di Kota Malang sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk menetapkan kebijakan yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan PORPROV yang akan datang.

2. Bagi KONI Kota/Kabupaten:

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi informasi bagi KONI  Kota/Kabupaten tentang pelaksanaan PORPROV Jatim II tahun 2009 khususnya pada cabang olahraga gulat, dan sebagai bahan pertimbangan untuk pelaksanaan PORPROV yang akan datang.

Bagi Pelatih:

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi  para pelatih gulat, sebagai bahan evaluasi keikutsertaannya  pada PORPROV Jatim II tahun 2009 di Kota Malang, dan dapat digunakan sebagi bahan pertimbangan untuk mempersiapkan tim gulatnya  pada PORPROV yang akan datang.

4. Bagi Atlet:

Hasil penelitian ini diharapkan  dapat memberikan informasi bagi para atlet, sebagai bahan evaluasi terhadap hasil yang telah mereka peroleh dalam keikutsertaannya pada PORPROV Jatim II tahun 2009 di Kota Malang, serta sebagai pemicu semangat mereka untuk lebih berprestasi di masa yang akan datang.

5. Bagi Fakutas Ilmu Keolahragaan

Hasil dari penelitian ini diharapkan menjadi  bahan acuan bagi civitas akademika Fakultas Ilmu Keolahragaan tentang  pelaksanaan pertandingan olahraga gulat, dan sebagai bahan kepustakaan yang dapat digunakan  sebagai referensi untuk melaksanakan kejuaraan olahraga khususnya cabang olahraga gulat.

6. Bagi Peneliti:

Melalui penelitian ini diharapkan dapat menambah dan memberikan pengalaman, kemampuan  serta keterampilan meneliti, pengetahuan yang terkait dengan pelaksanaan pertandingan gulat.

E. Ruang Lingkup Penelitian

Tabel 1.1 Ruang Lingkup Penelitian

Variabel Sub variabel Indikator Instrumen
Sukses Pelaksanaan  Pertandingan Gulat Pada PORPROV Jatim II tahun 2009 1. Layanan penginapan

2. Layanan konsumsi

3. Layanan transportasi

4. Layanan kesehatan

5. Layanan keamanan

6. Layanan bidang pertandingan

7. Layanan bidang keuangan

1.1.   Penginapan kontingen

1.2.   Penginapan wasit

2.1. Konsumsi kontingen

2.2. Konsumsi wasit

3.1. Transportasi kontingen

3.2. Transportasi wasit

4.1. Layanan kesehatan pada saat penimbangan

4.2. Layanan kesehatan pada saat pertandingnan

5.1. Layanan keamanan di penginapan

5.2. Layanan keamanan di taempat pertandingan

6.1. Pengaturan jadwal pertandingan

6.2. Keputusan wasit pada saat pertandignan

6.3. Perlengkapan UPP

7.1. Keputusan tim verikasi terhadap RAB

7.2. Kepuasan wasit

7.3. Kepuasan panpel

Angket

F. Asumsi dan Keterbatasan Penelitian

Dalam  penelitian ini, peneliti berasumsi bahwa:

  1. Dengan adanya evaluasi pelaksanaan pertandingan gulat PORPROV Jatim II tahun 2009, maka peneliti dapat mengetahui berhasil atau tidaknya penyelenggaraan pertandingan tersebut.
  2. Panitia pelaksana (PANPEL) pada cabor gulat adalah PGSI kota Malang.

Keterbatasan dalam penelitian ini dibatasi hanya untuk mengevaluasi pelaksanaan pertandingan gulat pada PORPROV Jawa Timur II Tahun 2009 di Kota Malang. Karena cabang olahraga yang lain sudah ada yang melakukan evaluasi.

G. Difinisi Operasional

Definisi operasional adalah definisi yang didasarkan atas sifat-sifat hal yang didefinisikan yang dapat diamati (PPKI UM, 2007:14). Untuk menghindari kesalahan penelitian dengan pembaca mengenai istilah yang digunakan dalam penelitian maka perlu ditegaskan beberapa istilah sehubungan dengan penelitian ini.

  1. Evaluasi adalah  suatu proses menjelaskan, memperoleh dan menyediakan data yang berguna untuk menilai alternatif keputusan.
  2. Gulat adalah cabang olahraga bela diri yang mempertandingkan dua orang dan dilakukan di atas matras, dengan tujuan untuk menjatuhkan lawan.
  3. PORPROV adalah kegiatan pertandingan/perlombaan olahraga multieven yang dilaksanakan di Jawa Timur dua tahun sekali, dan dilaksanakan mulai tahun 2007.
    Iklan

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s