Penelitian Evaluasi (bagian 2)

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV)

1. Dasar Pelaksanaan PORPROV

Olahraga merupakan segala aktivitas fisik yang dilakukan dengan sengaja dan sistematis untuk mendorong, membina dan mengembangkan potensi jasmani, rohani dan sosial (Toho dan Ali, 2007:2). Menurut Undang-undang Republik Indonesia No.3 tahun 2005, olahraga adalah segala kegiatan yang sistematis untuk mendorong membina, serta mengembangkan potensi jasmani, rohani, dan sosial (UU RI No.3, 2005:2).

Dari kedua pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa olahraga adalah suatu aktivitas fisik yang bersifat positif  yang dapat menyehatkan jasmani maupun rohani serta dapat mendorong, membina, serta mengembangkan potensi jasmani, rohani, dan sosial. Oleh sebab itu olahraga seharusnya dilakukan oleh umat manusia dan  pemerintah harus berperan untuk menjadikan olahraga sebagai ajang kompetisi dan prestasi. Baca lebih lanjut

Penelitian Evaluasi (bagian 1)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Bangsa Indonesia dijajah oleh Belanda selama lebih kurang 350 tahun dan disusul dengan Jepang selama 3,5 tahun, serta baru menyatakan kemerdekaannya pada tahun 1945. Namun setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, tidak serta merta membuat pemerintahan langsung berjalan dengan lancar dan rakyat hidup dengan tenang. Pada saat itu bangsa Indonesia masih dirongrong kekuasaannya oleh para pemberontak yang membuat terpecahnya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Karena olahraga merupakan kegiatan yang strategis untuk mempersatukan bangsa, maka pada tahun 1948 dilaksanakan Pekan Olahraga Nasional (PON) yang pertama kali di Surakarta (Solo) untuk suatu tujuan persatuan dan kesatuan bangsa. Mulai pada penyelenggaraan PON IX Pekan Olahraga Nasional tahun 1977 tujuan penyelenggaraannya  untuk mengukur prestasi Nasional, sehingga disebut sebagai PON prestasi. Baca lebih lanjut

PENDEKATAN SOSIO-EMOSIONAL

PENDEKATAN SOSIO-EMOSIONAL PADA PROSES BELAJAR MENGAJAR

1. Hal-hal yang mendasari penggunaan pendekatan sosio-emosional.

Asumsi yang mendasari penggunaan pendekatan ini adalah bahwa proses belajar mengajar yang baik didasari oleh adanya hubungan interpersonal yang baik antara peserta didik – guru dan atau peserta didik – peserta didik dan guru menduduki posisi penting bagi terbentuknya iklim, sosio-emosional yang baik.

Dalam hal ini, Carl A. Rogers mengemukakan pentingnya sikap tulus dari guru realness, genuiness, congruence); menerima dan menghargai peserta didik sebagai manusia (acceptance, prizing, caring, trust) dan mengerti dari sudut pandangan peserta didik sendiri (emphatic understanding). Baca lebih lanjut

SISTEM ENERGI

SISTEM ENERGI

PENDAHULUAN

Energi diperoIeh tubuh dari pembakaran zat makanan oIeh oksigen. Untuk memperoleh zat makanan, orang cukup hanya dengan makan sehari tiga kali. Hal ini disebabkan karena zat makanan dapat disimpan dalam sel-sel tubuh dalam jumlah yang cukup. Lain halnya dengan oksigen yang tidak dapat disimpan. Oksigen harus selalu diambil dari udara dengan perantaraan paru, darah dan sistem peredaran darah. Pada taraf kerja tertentu diperlukan sejumIah oksigen tertentu. Makin tinggi taraf kerja, yang berarti makin banyak jumlah energi yang diperlukan, makin banyak pula jumIah oksigen yang diperlukan. Kemampuan tubuh untuk menyediakan oksigen, disebut kapasitas aerobik, terutama bergantung kepada fungsi sistem pernapasan, darah dan sistem kardiovaskuler. Dari ketiga sistem tersebut, yang hubungannya dengan konsumsi oksigen paling linear iaIah sistem kardiovaskuler. Bahkan pada beberapa cara uji gerak badan, frekuensi denyut nadi merupakan satu-satunya parameter yang dijadikan ukuran untuk meniIai hasiI uji gerak badan tersebut. Baca lebih lanjut

KEBUGARAN JASMANI DENGAN KESEHATAN MENTAL

Hubungan antara Latihan Kebugaran dengan Kesehatan Mental

A) Latihan Kebugan Jasmani

Setiap orang normal pasti berkeinginan untuk sehat dan bugar, yang dimaksud sehat adalah : keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Sedangkan bugar adalah : kemampuan tubuh untuk melakukan kegiatan sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan fisik dan mental yang berlebihan.

Untuk mendapatkan kondisi tubuh yang sehat dan bugar salah satu caranya adalah  berolah raga/ latihan kebugan dengan baik dan benar, yaitu :

  1. Olah raga/ latihan kebugan dapat dimulai sejak usia muda hingga usia lanjut.
  2. Dapat dilakukan dimana saja, dengan memperhatikan lingkungan yang aman dan nyaman,  bebas polusi dan tidak menimbulkan cedera.
  3. Dilakukan secara bertahap dimulai dari pemanasan 5 – 10 menit, diikuti dengan latihan inti minimal 20 menit dan diakhiri dengan pendinginan selama 5 – 10 menit.
  4. Frekuensi latihan dilakukan secara teratur 3 – 5 kali per minggu.
  5. Intensitas latihan :Untuk meningkatkan daya tahan tubuh harus mencapai 70% – 85%  denyut nadi maksimal (DNM). DNM adalah denyut nadi maksimal yang dihitung berdasarkan : DNM = 220 – UMUR. Untuk membakar lemak dengan intensitas yang lebih ringan, yaitu 60 – 70 % DNM. Baca lebih lanjut

Metode Latihan Fisik

Metode latihan fisik

  1. Latihan sirkuit (circuit training)

Morgan dan Adamson (1959) menciptakan metode kesegaran jasmani dan latihan yang terbukti berhasil dalam beberapa masa. Karena pos-pos dari program latihan di susun dalam suatu putaran, metode ini disebut latihan sirkuit.

Latihan sirkuit bertujuan untuk mengembangkan dan memperbaiki kesegaran jasmani yang berkaitan dengan kekuatan, kecepatan dan, daya tahan. Baca lebih lanjut

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN JUDO

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN JUDO

Asal usul Judo

Konon, judo dulunya berasal dari Jujitsu. Nenek moyang orang Jepang yang hidup di jaman Jomon (5000 SM) dan jaman Yayoi di abad 2 – 3 Baca lebih lanjut