<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Lupieucimatta&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://lupieucimatta.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lupieucimatta.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 06 Jan 2010 22:53:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='lupieucimatta.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Lupieucimatta&#039;s Blog</title>
		<link>http://lupieucimatta.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://lupieucimatta.wordpress.com/osd.xml" title="Lupieucimatta&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://lupieucimatta.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Penelitian Evaluasi (bagian 2)</title>
		<link>http://lupieucimatta.wordpress.com/2010/01/06/penelitian-evaluasi-bagian-2/</link>
		<comments>http://lupieucimatta.wordpress.com/2010/01/06/penelitian-evaluasi-bagian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 22:53:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lupieucimatta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lupieucimatta.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) 1. Dasar Pelaksanaan PORPROV Olahraga merupakan segala aktivitas fisik yang dilakukan dengan sengaja dan sistematis untuk mendorong, membina dan mengembangkan potensi jasmani, rohani dan sosial (Toho dan Ali, 2007:2). Menurut Undang-undang &#8230; <a href="http://lupieucimatta.wordpress.com/2010/01/06/penelitian-evaluasi-bagian-2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lupieucimatta.wordpress.com&amp;blog=10022413&amp;post=39&amp;subd=lupieucimatta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>BAB II</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>KAJIAN PUSTAKA </strong></p>
<p><strong>A. </strong><strong>Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV)</strong></p>
<p><strong>1. </strong><strong> Dasar Pelaksanaan PORPROV </strong></p>
<p>Olahraga merupakan segala aktivitas fisik yang dilakukan dengan sengaja dan sistematis untuk mendorong, membina dan mengembangkan potensi jasmani, rohani dan sosial (Toho dan Ali, 2007:2). Menurut Undang-undang Republik Indonesia No.3 tahun 2005, olahraga adalah segala kegiatan yang sistematis untuk mendorong membina, serta mengembangkan potensi jasmani, rohani, dan sosial (UU RI No.3, 2005:2).</p>
<p>Dari kedua pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa olahraga adalah suatu aktivitas fisik yang bersifat positif  yang dapat menyehatkan jasmani maupun rohani serta dapat mendorong, membina, serta mengembangkan potensi jasmani, rohani, dan sosial. Oleh sebab itu olahraga seharusnya dilakukan oleh umat manusia dan  pemerintah harus berperan untuk menjadikan olahraga sebagai ajang kompetisi dan prestasi.<span id="more-39"></span></p>
<p>Olahraga prestasi menurut Undang-undang RI No.3 Tahun 2005 adalah olahraga yang membina dan mengembangkan olahragawan secara terencana, berjenjang, dan berkelanjutan melalui kompetisi untuk mencapai prestasi dengan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi keolahragaan. Oleh karena itu pemerintah harus bertanggung jawab untuk  memajukan prestasi olahraga nasional di ajang yang lebih tinggi yaitu di tingkat internasional. Dalam Undang-undang RI No. 3 tahun 2005 tentang sistem keolahragaan nasional pasal 11 ayat 1 yangberbunyi pemerintah dan pemerintah daerah mempunyai hak mengarahkan, membimbing, membantu,dan mengawasi penyelenggaraan keolahragaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.</p>
<p>Dari keterangan tersebut telah secara jelas ditetapkan tanggung jawab pemerintah untuk memajukan olahraga nasional. Salah satu cara untuk memajukan prestasi olahraga adalah dengan menyelenggarakan ajang olahraga di tingkat daerah maupun di tingkat nasional. Dan salah satu kejuaraan olahraga yang diselenggarakan pemerintah di tingkat daerah adalah Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV).</p>
<p>Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) adalah pertandingan/perlombaan multieven yang mempertandingkan berbagai macam cabang olahraga antar Kota/Kabupaten dalam lingkup regional satu Provinsi. Multieven ini diselenggarakan oleh pemerintah daerah setiap provinsi.</p>
<p>Penyelenggaraan PORPROV ini sendiri mengacu pada Undang-undang RI No.3 tahun 2005 tentang sistem keolahragaan nasional, peraturan pemerintah Nomor 17 tahun 2007 tentang penyelenggaraan pekan dan kejuaraan olahraga serta anggaran dasar KONI dan anggaran Rumah Tangga KONI. Dalam Undang-undang RI No.3 tahun 2005 pasal 42 tentang penyelenggaraan kejuaraan berbunyi setiap penyelenggaraan kejuaraan olahraga yang dilaksanakan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau masyarakat wajib memperhatikan tujuan keolahragaan nasional serta prinsip penyelenggaraan keolahragaan.</p>
<p>Serta dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 17 tahun 2007 bagian keempat pasal 15 berbunyi:</p>
<p>Pekan olahraga daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diselenggarakan secara periodik dan berkesinambungan dengan tujuan untuk:</p>
<p>(a) Meningkatkan prestasi olahraga, (b) Menjaring bibit olahragawan potensial, (c) Memberdayakan peran serta masyarakat dalam berbagai sector, dan (d) Memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.</p>
<p>Dari dua landasan tersebut penyelanggaraan PORPROV Jawa Timur bertujuan untuk memelihara kesinambungan pencarian bibit-bibit baru atlet potensial, berbakat, yang kelak dapat dibina dan ditingkatkan prestasinya pada tingkat nasional bahkan internasional, kemudian memupuk kebersamaan, persatuan dan kesatuan, meningkatkan prestasi olahraga dan mempererat persahabatan dan persaudaraan hal tersebut tertuang dalam surat keputusan ketua KONI  Provinsi Jawa Timur No.426/SK.17/309.1/2009.</p>
<p><strong>2. </strong><strong>PORPROV Jawa Timur II tahun 2009 di Kota Malang</strong></p>
<p>Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) adalah pertandingan/perlombaan multieven yang mempertandingkan berbagai macam cabang olahraga antar Kota/Kabupaten dalam lingkup regional satu Provinsi. Multieven ini diselenggarakan oleh pemerintah daerah setiap provinsi.</p>
<p>PORPROV Jatim I tahun 2007 dilaksanakan pada tanggal 3 &#8211; 8 November di kota Surabaya.  Dari hasil penyelenggaran Porprov I ini Jawa Timur sukses meningkatkan prestasi olahraga di Jawa Timur, hal tersebut dapat terlihat dari suksesnya kontingen Jawa Timur menjadi Juara umum dalam Pekan Olahraga Nasional XVII  (PON XVII) yang dilaksanakan di Kalimantan Timur.</p>
<p>Dalam Surat keputusan Ketua Umum KONI Provinsi Jawa Timur No. 426/SK.16/309.1/2009, PORPROV Jawa Timur II tahun 2009 kali ini diselenggarakan di kota Malang pada tanggal 4-10 Oktober 2009. Cabang olahraga yang dipertandingan pada PORPROV Jatim II tahun 2009 ini berjumlah 20 cabang olahraga di antaranya;  Atletik, Pencak silat, Sepaktakraw, Catur, Tenis meja, Bulutangkis, Renang, Senam, Balap sepeda, Bridge, Bola basket, Voli indor, Sepakbola, Drum band, Tenis lapangan, Panahan, Gulat, Panjat tebing, Selam, dan Karate. Hal tersebut sesuai dengan surat keputusan Ketua Umum  KONI Provinsi Jawa Tmur no.426 / SK.16 / 309.1 /2009.</p>
<p>Persyaratan peserta dalam PORPROV Jawa Timur II menurut surat Ketua Umum KONI Provinsi Jawa Timur No: 426/SK.17/301.1/2009, adalah:</p>
<p>1. Dilaksanakan atas dasar azas domisili, 2. Bukan atlet Putlasda Jawa Timur 100/II tahun 2009, bukan atlet peserta Pelatnas dan PAL, 3. Usia maksimum 21 tahun kecuali cabang olahraga bola basket dan sepakbola, usia maksimum 19 tahun (kelahiran tahun 1990). Dibuktikan dengan KTP atau KSK, atau ijasah, atau akte kelahiran.</p>
<p>Persyaratan peserta tersebut merupakan penerapan dari tujuan PORPROV yaitu mencari dan membina atlet muda potensial sehingga atlet yang berlaga di ajang ini usianya dibatasi, sehingga regenerasi atlet terus berjalan.  PORPROV Jawa Timur  II tahun 2009 kali ini diikuti oleh 4259 atlet dari 38 kontigen Kota dan Kabupaten se-Jawa Timur dengan merebutkan 188 mendali emas,188 mendali perak dan 619 mendali perunggu (buku panduan PORPROV II, 2009:7).</p>
<p>Dalam surat keterangan Ketua Umum KONI Provinsi Jawa Timur No:426/SK.15/309.1/2009, Panitia pelaksana PORPROV Jawa Timur II tahun 2009 di kota Malang adalah PB PORPROV dari KONI Pengda Jatim kemudian sebagai panitia teknis  pertandingan adalah pengurus cabang olahraga kota Malang yang bersangkutan yang terdiri dari panitia inti Ketua Pelaksana, Sekertaris, Bendahara, dan Bidang Pertandingan serta didampingi oleh seorang Teknikal Deleget dari Pengda Jawa Timur. Tugas dari kepanitiaan ini adalah untuk mengkoordinasikan mengenai pelaksanaan teknis pertandingan masing-masing cabang olahraga yang berkaiatan dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB), tempat pertandingan, peraturan pertandingan, dan pelaksanaan pertandingan.</p>
<ol>
<li><strong>B. </strong><strong>Penelitian Evaluasi</strong></li>
</ol>
<p>Evaluasi adalah suatu proses menjelaskan, memperoleh dan menyediakan data yang berguna untuk menilai alternatif keputusan, baik pengukuran maupun penilaian sangat esensial bagi pengambilan keputusan (Benny, 2009:7). Menurut Arikunto (2004:1) evaluasi adalah kegiatan untuk mengumpulkan informasi tentang bekerjanya sesuatu, yang selanjutnya informasi tersebut digunakan untuk menentukan alternatif yang tepat dalam mengambil keputusan. Penelitian evaluasi dilakukan dengan cara mengumpulkan, menganalisis, dan memaknai serta menyajikan informasi untuk dipertimbangkan  dalam mengambil keputusan, sehingga penelitian evaluasi harus memenuhi syarat objektivitas, kecermatan dan keabsahan (Sudjarwo dan Bashori, 2009:132).</p>
<p>Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa, evaluasi adalah suatu proses kegiatan mengumpulkan data/informasi untuk menentukan mengambil keputusan.</p>
<p>Penelitian evaluasi merupakan suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan dengan sengaja untuk melihat tingkat keberhasilan suatu program. Penelitian ini dilakukan dengan cara membandingkan tingkat keberhasilan atau kesuksesan rencana dengan pelaksanaan program. Dalam pelaksanaan PORPROV Jawa Timur II tahun 2009 di kota Malang perlu dilakukan evaluasi untuk memperoleh informasi mengenai pelaksanaannya, sehingga informasi yang diperoleh dapat menjadi bahan acuan untuk melaksanakan PORPROV Jawa Timur di tahun-tahun berikutnya.</p>
<p><strong>C. </strong><strong>Manajemen </strong></p>
<p><strong>1. </strong><strong>Pengertian Manajemen</strong></p>
<p>Istilah manajemen berasal dari kata kerja (bahasa Inggris) <em>to manage<span style="text-decoration:underline;"> </span></em>yang berarti control. Manajemen adalah proses memimpin dan melancarkan pekerjaan dari orang-orang yang terorganisir secara formal sebagai kelompok untuk memperoleh tujuan yang diinginkan. Menurut Harsuki (2003:143) manajemen adalah kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh suatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui kegiatan-kegiatan orang lain. Stoner (dalam Soerojo, 2008) mengemukakan manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan.</p>
<p>Dari keterangan di atas dapat di ambil suatu kesimpulan bahwa manajemen merupakan kemampuan atau keterampilan untuk melakukan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian sumber daya manusia dan sumber daya lainnya mencapai sasaran (<em>goals</em>) secara efektif dan efisien.</p>
<p><strong>2. </strong><strong>Manajemen Olahraga </strong></p>
<p>Menurut Arnold and Jack (2002:6) olahraga adalah sebuah aktivitas berkompetisi yang dilakukan paling tidak oleh dua kompetitor yang mensyaratkan adanya kemampuan fisik mengikuti prosedur-prosedur yang resmi dan di bawah pengawasan struktur organisasi yang resmi. Oleh karena itu untuk mengembangkan olahraga dibutuhkan suatu cara yang terorganisir untuk meningkatkan dan mengembangkan kegiatan olahraga itu sendiri hal tersebut dapat dilakukan dengan memadukan ilmu manajemen dan olahraga.</p>
<p>Pada dasarnya manajemen olahraga adalah ilmu menajemen dan ilmu olahraga (Depdiknas, 2004:8). Menurut Parks (1998:3) manajemen olahraga adalah kombinasi ketrampilan yang berhubungan dengan perencanaan, pengaturan, pengarahan, pengendalian, dalam konteks suatu organisasi atau departemen yang diutamakan pada produk atau layanan yang berhubungan dengan olahraga dan atau aktivitas fisik. Maka disimpulkan bahwa manajemen olahraga adalah perpaduan keterampilan untuk melakukan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian sumber daya manusia dan sumber daya lainnya mencapai sasaran (<em>goals</em>) secara efektif dan efisien yang diutamakan pada produk atau layanan yang berhubungan dengan olahraga dan atau aktivitas fisik.</p>
<p><strong>3. </strong><strong>Fungsi Manajemen</strong></p>
<p>Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan untuk melaksanakan suatu kegiatan atau program, fungsi manajemen terdiri dari lima komponen yaitu:</p>
<p><strong><em>a. </em></strong><strong>Perencanaan</strong><strong><em> </em></strong><strong><em>(</em></strong><strong><em>Planing</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
<p>Perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan. Pembatasan yang agak komplek merumuskan perencanaan sebagai penetapan apa yang harus dicapai bila hal itu dicapai, di mana hal itu harus dicapai, bagaimana hal itu harus dicapai, siapa yang bertanggungjawab dan penetapan mengapa hal itu harus dicapai.</p>
<p>Hampir sama dengan pembatasan terakhir dimana perumusan perencanaan merupakan penetapan jawaban kepada 6 pertanyaan sbb:</p>
<p>(1) Tindakan apa yang harus dikerjakan? (2) Apakah sebabnya tindakan itu harus dikerjakan? (3) Dimanakah tindakan itu harus dikerjakan? (4) Kapankah tindakan itu dilaksanakan? (5) Siapakah yang akan mengerjakan tindakan itu? (6) Bagaimanakah caranya melaksanakan tindakan itu?</p>
<p><strong><em>b. </em></strong><strong>Pengorganisasian</strong><strong><em> </em></strong><strong><em>(</em></strong><strong><em>Organizing</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
<p>Dengan pengorganisasian dimaksudkan mengelompokkan kegiatan yang diperlukan yakni penetapan susunan organisasi serta tugas dan fungsi-fungsi dari setiap unit yang ada dalam organisasi serta menetapkan kedudukan dan sifat hubungan antara masing-masing unit tersebut. Organisasi atau pengorganisasian dapat pula dirumuskan sebagai keseluruhan aktivitas manajemen dalam mengelompokan orang-orang serta penetapan tugas, fungsi, wewenang, serta tanggungjawab masing-masing dengan tujuan terciptanya aktivitas yang berdaya guna dan berhasil guna dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu.</p>
<ol>
<li><strong><em>c. </em></strong><strong>Perekrutan </strong><strong>Pegawai <em>(</em></strong><strong><em>Staffing</em></strong><strong><em>)</em></strong></li>
</ol>
<p>Perekrutan pegawai merupakan salah satu fungsi manajemen berupa penyusunan personalia pada suatu organisasi sejak dari merekrut tenaga kerja, pengembangannya sampai dengan usaha agar setiap tenaga petugas memberikan daya guna maksimal kepada organisasi.</p>
<p>Pengorganisasian dan perekrutan pegawai merupakan dua fungsi manajemen yang sangat erat hubungannya. Pengorganisasian yaitu berupa penyusunan wadah legal untuk menampung berbagai kegiatan yang harus dilaksanakan pada suatu organisasi, sedangkan perekrutan pegawai berhubungan dengan penerapan orang-orang yang akan memangku masing-masing jabatan yang ada di dalam organisasi tersebut.</p>
<p><strong><em>d. </em></strong><strong><em>Motivating </em></strong></p>
<p>Merupakan kegiatan salah satu fungsi menejemen berupa pemberian inspirasi, semangat dan dorongan kepada bawahan, agar bawahan melakukan kegiatan secara sukarela sesuai apa yg dikehendaki oleh atasan. Pemberian inspirasi, semangat dan dorongan oleh atasan kepada bawahan ditujukan agar bawahan bertambah kegiatannya, atau mereka lebih bersemangat melaksanakan tugas-tugas sehingga mereka lebih berdaya guna dan berhasil guna.</p>
<p><strong><em>e. </em></strong><strong>Pengawasan</strong><strong><em> </em></strong><strong><em>(</em></strong><strong><em>Controling</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
<p>Pengawasan adalah salah satu fungsi manajemen yg berupa mengadakan penilaian, bila perlu mengadakan koreksi sehingga apa yg dilakukan bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan maksud tercapai tujuan yg sudah digariskan semula. Dalam melaksanakan kegiatan pengontrolan, atasan mengadakan pemeriksaan, mencocokkan serta mengusahakan  agar kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan serta tujuan yg diinginkan dicapai.</p>
<p><strong>D. </strong><strong>Gulat</strong></p>
<p>Pada tahun 2500 SM gulat telah menjadi suatu mata pelajaran di suatu sekolah di negara Cina. Begitu juga sekitar tahun 2050 SM gulat telah dipelajari oleh orang-orang Mesir. Hal ini ketahui berdasarkan peninggalan bangsa Mesir pada waktu itu. Salah satu peninggalannya tersebut berupa gambar-gambar yang menunjukkan teknik-teknik bergulat yang terdapat pada dinding Raja Bani Hasan.</p>
<p>Peraturan gulat internasional baru diadakan pada Olympiade XI tahun 1936 di Berlin, Jerman. Pada waktu itu juga dibentuk Federasi Gulat Internasional atau Federation Internationale de Lutte Amateur (FILA). Sejak itu FILA memperbaiki peraturan gulat internasional.</p>
<p>Sejak sebelum Perang Dunia II, Indonesia sudah mengenal gulat internasinal. Gulat ini dibawa oleh tentara Belanda. Masyarakat Indonesia ketika itu mengenal gulat sebagai tontonan di pasar malam atau pada pesta-pesta di kota besar sebagai acara hiburan.</p>
<p>Organisasi gulat di Indonesia bernama Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) yang didirikan pada tanggal 7 Februari 1960. Pertandingan olahraga gulat dilakukan di atas matras, berukuran 12 x 12 meter sesuai dengan peraturan gulat internasional. Peraturan pertandingan yang dipakai juga peraturan pertandingan gulat internasional dari FILA yang sudah disahkan oleh PB. PGSI. Pegulat selama bertanding harus memakai baju internasional sesuai dengan warna dari sudut mana dia berada, biru atau merah.</p>
<p>Gulat juga merupakan cabor yang dipertandingkan dalam PORPROV Jawa Timur II tahun 2009 di kota Malang. Sebagai Panitia pelaksana adalah PGSI cabang kota Malang dengan panitia inti Ketua, Sekertaris, Bendahara dan Bidang pertandingan serta didampingi oleh seorang Teknikal deleget dari PGSI Jawa Timur. Dalam pelaksanaan pertandingannya juga dibantu petugas pertandingan yang berasal dari berbagai anggota PGSI di Jawa Timur.</p>
<p>Pertandingan Gulat pada PORPROV Jatim II tahun 2009 ini diikuti oleh 13 tim Kabupaten/Kota Se-Jawa Timur dan mempertandingkan 13 nomor/kelas untuk memperebutkan 13 medali emas, 13 medali perak, dan 26 medali perunggu, dengan jumlah total peserta putra-putri sebanyak 130 atlet. Nomor/kelas yang dipertandingkan di antaranya adalah :</p>
<p><strong>Tabel 2.1 Nomor/Kelas yang Dipertandingkan</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="272" valign="top">Gulat Gaya Bebas Putra :</td>
<td width="236" valign="top">Gulat Gaya Bebas Putri :</td>
</tr>
<tr>
<td width="272" valign="top">Kelas 42 kg</p>
<p>Kelas 45 kg</p>
<p>Kelas 48 kg</p>
<p>Kelas 52 kg</p>
<p>Kelas 55 kg</p>
<p>Kelas 60 kg</p>
<p>Kelas 66 kg</p>
<p>Kelas 74 kg</p>
<p>Kelas 84 kg</p>
<p>Kelas 96 kg</td>
<td width="236" valign="top">Kelas 45 kg</p>
<p>Kelas 51 kg</p>
<p>Kelas 58 kg</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Atlet peserta PORPROV Jatim II tahun 2009 cabor Gulat dibatasi usia sampai dengan 21 tahun atau dibatasi dengan kelahiran paling tua tahun 1988, dan atlet Pelatnas, Puslatda, mantan tim Pra PON  dan mantan tim PON gulat Jatim tidak diperkenankan untuk turun/mengikuti PORPROV Jatim II tahun 2009 cabor Gulat.</p>
<p>Pertandingan cabang olahraga Guat diselenggrakan di Sasana Krida Universitas Negeri Malang  pada tanggal 5-7 Oktober 2009, dan dipimpin oleh 2 orang wasit Nasional/N1, dan 5 orang wasit Nasional/N3.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lupieucimatta.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lupieucimatta.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lupieucimatta.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lupieucimatta.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lupieucimatta.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lupieucimatta.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lupieucimatta.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lupieucimatta.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lupieucimatta.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lupieucimatta.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lupieucimatta.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lupieucimatta.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lupieucimatta.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lupieucimatta.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lupieucimatta.wordpress.com&amp;blog=10022413&amp;post=39&amp;subd=lupieucimatta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lupieucimatta.wordpress.com/2010/01/06/penelitian-evaluasi-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8f1b45cd1d34993b936d2d786451fd6a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lupieucimatta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penelitian Evaluasi (bagian 1)</title>
		<link>http://lupieucimatta.wordpress.com/2010/01/06/penelitian-evaluasi-bagian-1/</link>
		<comments>http://lupieucimatta.wordpress.com/2010/01/06/penelitian-evaluasi-bagian-1/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 15:15:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lupieucimatta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lupieucimatta.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bangsa Indonesia dijajah oleh Belanda selama lebih kurang 350 tahun dan disusul dengan Jepang selama 3,5 tahun, serta baru menyatakan kemerdekaannya pada tahun 1945. Namun setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, tidak serta merta membuat pemerintahan &#8230; <a href="http://lupieucimatta.wordpress.com/2010/01/06/penelitian-evaluasi-bagian-1/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lupieucimatta.wordpress.com&amp;blog=10022413&amp;post=34&amp;subd=lupieucimatta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>BAB I</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>PENDAHULUAN</strong></p>
<p><strong>A. </strong><strong>Latar Belakang</strong></p>
<p>Bangsa Indonesia dijajah oleh Belanda selama lebih kurang 350 tahun dan disusul dengan Jepang selama 3,5 tahun, serta baru menyatakan kemerdekaannya pada tahun 1945. Namun setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, tidak serta merta membuat pemerintahan langsung berjalan dengan lancar dan rakyat hidup dengan tenang. Pada saat itu bangsa Indonesia masih dirongrong kekuasaannya oleh para pemberontak yang membuat terpecahnya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Karena olahraga merupakan kegiatan yang strategis untuk mempersatukan bangsa, maka pada tahun 1948 dilaksanakan Pekan Olahraga Nasional (PON) yang pertama kali di Surakarta (Solo) untuk suatu tujuan persatuan dan kesatuan bangsa. Mulai pada penyelenggaraan PON IX Pekan Olahraga Nasional tahun 1977 tujuan penyelenggaraannya  untuk mengukur prestasi Nasional, sehingga disebut sebagai PON prestasi.<span id="more-34"></span></p>
<p>Kontingen Jawa Timur pada PON XVII  telah berhasil menjadi juara umum dengan mengumpulkan 139 medali emas, 113 medali perak ,dan 111 medali perunggu (Wikipedia, 2008). Keberhasilan Jawa Timur sebagai juara umum tersebut terjadi melalui upaya kegiatan pemusatan latihan yang disebut sebagai PUSLATDA Jatim 100, di mana Jawa Timur mentargetkan 100 medali emas pada PON XVII 2008. Selain Puslatda Jatim 100, untuk mempersiapkanatlet lapis kedua, Jawa Timur menyelenggarakan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV)  I  yang dilaksanakan pada tanggal 3 &#8211; 8 November tahun 2007 di Surabaya  mempertandingkan 10 cabang olahraga dan  telah sukses dilaksanakan.</p>
<p>Berdasarkan Surat Keputusan ketua KONI  Provinsi Jawa Timur No.426/ SK.17 / 309.1/ 2009 Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan suatu pertandingan/perlombaan multieven yang diikuti oleh atlet dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Timur yang disebut Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Jatim II tanggal  5 – 10 Oktober tahun 2009 di kota Malang dengan mempertandingkan 20 cabang olahraga. Karena ajang akbar ini sangat besar kontribusinya bagi dunia olahraga Indonesia khususnya di Jawa Timur, maka segala aspek harus dilaksanakan dengan maksimal. Dimulai dari sosialisasi, promosi, dan pelaksanaannya kemudian hasil akhirnya harus lebih baik atau setidaknya menyamai keberhasilan  PORPROV Jatim I tahun 2007.</p>
<p>PORPROV Jatim II tahun 2009 KONI di Kota Malang, dari 20 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan termasuk  di dalamnya cabor gulat, yang diikuti 13 Kota/Kabupaten. Cabor gulat merupakan cabor unggulan Jawa Timur di mana selama hampir 29 tahun (1975-2004) cabor gulat selalu menjadi lumbung medali emas untuk Kontingen Jawa Timur pada ajang  Pekan Olahraga Nasional (PON).  Pada PORPROV Jatim II tahun 2009 ini, gulat termasuk salah satu cabor yang  baru dipertandingkan, karena pada PORPROV Jatim I tahun 2007 yang dilaksanakan di Surabaya, cabor gulat belum dipertandingkan.</p>
<p>Dalam penyelenggarakan suatu pertandingan/perlombaan multieven seperti PORPROV dibutuhkan manajemen penyelenggaraan kejuaraan olahraga yang baik agar penyelenggaraan ini terlaksana secara maksimal. Manajemen olahraga adalah kombinasi ketrampilan yang berhubungan dengan perencanaan, pengaturan, pengarahan, pengendalian, dalam konteks suatu organisasi atau departemen yang diutamakan pada produk atau layanan yang berhubungan dengan olahraga dan/atau aktivitas fisik (Parks,1998:3). Untuk itu pada penyelenggaraan PORPROV Jatim II tahun 2009 ini penyelenggara/panitia pelaksana wajib untuk memegang prinsi-prinsip manajemen dengan baik demi suksesnya penyelenggaraan PORPROV Jatim II tahun 2009 di Kota Malang.</p>
<p>Penyelenggaraan PORPROV Jatim II tahun 2009 merupakan ajang multieven yang pertama kali diselenggarakan di Kota Malang, berdasarkan penjelasan dari ketua bidang pertandingan  PORPROV Jawa Timur II tahun 2009  belum ada lembaga ataupun individu yang melakukan evaluasi terhadap  pelaksanaannya. Dari latar belakang di atas peneliti tertarik untuk  melakukan evaluasi pertandingan cabor gulat karena cabang olahraga yang lain sudah ada yang melakukan evaluasi. Maka, peneliti ingin melakukan suatu penelitian yang berjudul <strong>”Studi Evaluasi Pe</strong><strong>laksana</strong><strong>an Pertandingan Gulat PORPROV Jatim  II Tahun 2009 di Kota Malang”</strong>.</p>
<p><strong>B. </strong><strong>Rumusan Masalah</strong></p>
<p>Berdasarkan latar belakang permasalahan yang telah dijelaskan di atas,  dapat dirumuskan masalah dalam penelitian ini adalah:</p>
<p>Karena belum pernah dievaluasi, maka bagaimana hasil evaluasi terhadap pelaksanaan pertandingan gulat PORPROV Jawa Timur II tahun 2009 di Kota Malang ditinjau dari sebelum pelaksanaan, saat pelaksanaan dan setelah pelaksanaan?</p>
<p><strong>C. </strong><strong>Tujuan Penelitian</strong></p>
<p>Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan evaluasi pelaksanaan pertandingan gulat  PORPROV Jatim II tahun 2009 di Kota Malang, ditinjau dari sebelum pelaksanaan, saat pelaksanaan dan setelah pelaksanaan.</p>
<p><strong>D. </strong><strong>Manfaat Penelitian</strong></p>
<p>Dengan diadakannya penelitian ini, diharapkan dapat memberikan manfaat kepada berbagai pihak, antara lain:</p>
<p><strong>1. </strong><strong>Bagi KONI Jawa Timur:</strong></p>
<p>Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan/informasi dan sebagai dokumentasi bagi KONI Jawa Timur khususnya tentang pelaksanaan pertandingan cabang olahraga gulat PORPROV Jatim II tahun 2009 di Kota Malang sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk menetapkan kebijakan yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan PORPROV yang akan datang.</p>
<p><strong>2. </strong><strong>Bagi KONI Kota/Kabupaten:</strong></p>
<p>Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi informasi bagi KONI  Kota/Kabupaten tentang pelaksanaan PORPROV Jatim II tahun 2009 khususnya pada cabang olahraga gulat, dan sebagai bahan pertimbangan untuk pelaksanaan PORPROV yang akan datang.</p>
<p><strong>Bagi Pelatih:</strong></p>
<p>Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi  para pelatih gulat, sebagai bahan evaluasi keikutsertaannya  pada PORPROV Jatim II tahun 2009 di Kota Malang, dan dapat digunakan sebagi bahan pertimbangan untuk mempersiapkan tim gulatnya  pada PORPROV yang akan datang.</p>
<p><strong>4. </strong><strong>Bagi </strong><strong>Atle</strong><strong>t</strong><strong>:</strong></p>
<p>Hasil penelitian ini diharapkan  dapat memberikan informasi bagi para atlet, sebagai bahan evaluasi terhadap hasil yang telah mereka peroleh dalam keikutsertaannya pada PORPROV Jatim II tahun 2009 di Kota Malang, serta sebagai pemicu semangat mereka untuk lebih berprestasi di masa yang akan datang.</p>
<p><strong>5. </strong><strong>Bagi Fakutas Ilmu Keolahragaan</strong></p>
<p>Hasil dari penelitian ini diharapkan menjadi  bahan acuan bagi civitas akademika Fakultas Ilmu Keolahragaan tentang  pelaksanaan pertandingan olahraga gulat, dan sebagai bahan kepustakaan yang dapat digunakan  sebagai referensi untuk melaksanakan kejuaraan olahraga khususnya cabang olahraga gulat.</p>
<p><strong>6. </strong><strong>Bagi Peneliti:</strong></p>
<p>Melalui penelitian ini diharapkan dapat menambah dan memberikan pengalaman, kemampuan  serta keterampilan meneliti, pengetahuan yang terkait dengan pelaksanaan pertandingan gulat.</p>
<p><strong>E. </strong><strong>Ruang Lingkup Penelitian</strong></p>
<p><strong>Tabel 1.1 </strong><strong>Ruang Lingkup Penelitian</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" align="left">
<tbody>
<tr>
<td width="99" valign="top">Variabel</td>
<td width="128" valign="top">Sub variabel</td>
<td width="189" valign="top">Indikator</td>
<td width="83" valign="top">Instrumen</td>
</tr>
<tr>
<td width="99" valign="top">Sukses   Pelaksanaan  Pertandingan Gulat   Pada PORPROV Jatim II tahun 2009</td>
<td width="128" valign="top">1. Layanan penginapan</p>
<p>2. Layanan konsumsi</p>
<p>3. Layanan transportasi</p>
<p>4. Layanan kesehatan</p>
<p>5. Layanan keamanan</p>
<p>6. Layanan bidang   pertandingan</p>
<p>7. Layanan bidang   keuangan</td>
<td width="189" valign="top">1.1.     Penginapan kontingen</p>
<p>1.2.     Penginapan wasit</p>
<p>2.1. Konsumsi kontingen</p>
<p>2.2. Konsumsi wasit</p>
<p>3.1. Transportasi kontingen</p>
<p>3.2. Transportasi   wasit</p>
<p>4.1. Layanan kesehatan pada saat penimbangan</p>
<p>4.2. Layanan kesehatan   pada saat pertandingnan</p>
<p>5.1. Layanan keamanan di penginapan</p>
<p>5.2. Layanan keamanan   di taempat   pertandingan</p>
<p>6.1. Pengaturan jadwal pertandingan</p>
<p>6.2. Keputusan wasit   pada saat pertandignan</p>
<p>6.3. Perlengkapan UPP</p>
<p>7.1. Keputusan tim   verikasi terhadap RAB</p>
<p>7.2. Kepuasan wasit</p>
<p>7.3. Kepuasan panpel</td>
<td width="83" valign="top">Angket</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>F. </strong><strong>Asumsi dan </strong><strong>Keterbatasan Penelitian</strong></p>
<p>Dalam  penelitian ini, peneliti berasumsi bahwa:</p>
<ol>
<li>Dengan adanya evaluasi pelaksanaan pertandingan gulat PORPROV Jatim II tahun 2009, maka peneliti dapat mengetahui berhasil atau tidaknya penyelenggaraan pertandingan tersebut.</li>
<li>Panitia pelaksana (PANPEL) pada cabor gulat adalah PGSI kota Malang.</li>
</ol>
<p>Keterbatasan dalam penelitian ini dibatasi hanya untuk mengevaluasi pelaksanaan pertandingan gulat pada PORPROV Jawa Timur II Tahun 2009 di Kota Malang. Karena cabang olahraga yang lain sudah ada yang melakukan evaluasi.</p>
<p><strong>G. </strong><strong>Difinisi Operasional</strong></p>
<p>Definisi operasional adalah definisi yang didasarkan atas sifat-sifat hal yang didefinisikan yang dapat diamati (PPKI UM, 2007:14). Untuk menghindari kesalahan penelitian dengan pembaca mengenai istilah yang digunakan dalam penelitian maka perlu ditegaskan beberapa istilah sehubungan dengan penelitian ini.</p>
<ol>
<li>Evaluasi adalah  suatu proses menjelaskan, memperoleh dan menyediakan data yang berguna untuk menilai alternatif keputusan.</li>
<li>Gulat adalah cabang olahraga bela diri yang mempertandingkan dua orang dan dilakukan di atas matras, dengan tujuan untuk menjatuhkan lawan.</li>
<li>PORPROV adalah kegiatan pertandingan/perlombaan olahraga multieven yang dilaksanakan di Jawa Timur dua tahun sekali, dan dilaksanakan mulai tahun 2007.</li>
</ol>
<ol></ol>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lupieucimatta.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lupieucimatta.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lupieucimatta.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lupieucimatta.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lupieucimatta.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lupieucimatta.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lupieucimatta.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lupieucimatta.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lupieucimatta.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lupieucimatta.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lupieucimatta.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lupieucimatta.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lupieucimatta.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lupieucimatta.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lupieucimatta.wordpress.com&amp;blog=10022413&amp;post=34&amp;subd=lupieucimatta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lupieucimatta.wordpress.com/2010/01/06/penelitian-evaluasi-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8f1b45cd1d34993b936d2d786451fd6a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lupieucimatta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENDEKATAN SOSIO-EMOSIONAL</title>
		<link>http://lupieucimatta.wordpress.com/2009/10/25/pendekatan-sosio-emosional/</link>
		<comments>http://lupieucimatta.wordpress.com/2009/10/25/pendekatan-sosio-emosional/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 04:16:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lupieucimatta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[PENDEKATAN SOSIO-EMOSIONAL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lupieucimatta.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[PENDEKATAN SOSIO-EMOSIONAL PADA PROSES BELAJAR MENGAJAR 1. Hal-hal yang mendasari penggunaan pendekatan sosio-emosional. Asumsi yang mendasari penggunaan pendekatan ini adalah bahwa proses belajar mengajar yang baik didasari oleh adanya hubungan interpersonal yang baik antara peserta didik &#8211; guru dan atau &#8230; <a href="http://lupieucimatta.wordpress.com/2009/10/25/pendekatan-sosio-emosional/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lupieucimatta.wordpress.com&amp;blog=10022413&amp;post=23&amp;subd=lupieucimatta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PENDEKATAN SOSIO-EMOSIONAL PADA PROSES BELAJAR MENGAJAR</strong></p>
<p><strong>1. </strong><strong>Hal-hal yang mendasari penggunaan pendekatan sosio-emosional.</strong></p>
<p>Asumsi yang mendasari penggunaan pendekatan ini adalah bahwa proses belajar mengajar yang baik didasari oleh adanya hubungan interpersonal yang baik antara peserta didik &#8211; guru dan atau peserta didik – peserta didik dan guru menduduki posisi penting bagi terbentuknya iklim, sosio-emosional yang baik.</p>
<p>Dalam hal ini, Carl A. Rogers mengemukakan pentingnya sikap tulus dari guru realness, genuiness, congruence); menerima dan menghargai peserta didik sebagai manusia (acceptance, prizing, caring, trust) dan mengerti dari sudut pandangan peserta didik sendiri (emphatic understanding).<span id="more-23"></span></p>
<p>Sedangkan Haim C. Ginnot mengemukakan bahwa dalam memecahkan masalah, guru berusaha untuk membicarakan situasi, bukan pribadi pelaku pelanggaran dan mendeskripsikan apa yang ia lihat dan rasakan; serta mendeskripsikan apa yang perlu dilakukan sebagai alternatif penyelesaian.</p>
<p>Hal senada dikemukakan William Glasser bahwa guru seyogyanya membantu mengarahkan peserta didik untuk mendeskripsikan masalah yang dihadapi; menganalisis dan menilai masalah; menyusun rencana pemecahannya; mengarahkan peserta didik agar committed terhadap rencana yang telah dibuat; memupuk keberanian menanggung akibat “kurang menyenangkan”; serta membantu peserta didik membuat rencana penyelesaian baru yang lebih baik.</p>
<p>Sementara itu, Rudolf Draikurs mengemukakan pentingnya Democratic Classroom Process, dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk dapat memikul tanggung jawab; memperlakukan peserta didik sebagai manusia yang dapat secara bijak mengambil keputusan dengan segala konsekuensinya; dan memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menghayati tata aturan masyarakat.</p>
<p><strong>2. </strong><strong>Hal-hal yang meliputi kondisi sosio-emosional.</strong></p>
<p><strong><strong>a. </strong><strong>Tipe kepemimpinan</strong> </strong></p>
<p>Peranan guru, tipe kepemimpinan guru atau administrator akan mewarnai suasana emosional di dalam kelas. Tipe kepemimpinan yang lebih berat pada otoriter akan menghasilkan sikap siswa yang submissive atau apatis. Tetapi dipihak lain juga akan menumbuhkan sikap agresif.</p>
<p>Kedua sikap siswa yaitu apatis dan agresif ini dapat merupakan problema manajemen, baik yang sifatnya individual maupun kelompok kelas sebagai keseluruhan.</p>
<p>Dengan tipe kepemimpinan yang otoriter siswa hanya akan aktif jika kalau ada guru saja dan kalau guru tidak mengawasi maka semua aktivitas menjadi menurun. Aktivitas proses belajar mengajar sangat tergantung pada guru menuntun sangan banyak perhatian dari guru. Tipe kepemimpinan yang cenderung pada lazier-faire biasanya tidak produktif walaupun ada pemimpin. Kalau ada guru, siswa lebih banyak melakukan kegiatan yang sifatnya ingin diperhatikan. Dalam kepemimpinan tipe ini malahan biasanya aktivitas siswa lebih produktif kalau guru tidak ada. Tipe ini biasanya lebih cocok bagi siswa yang “innerdirecterd” simana siswa tersebut aktif, penuh kemauan, berinisiatif dan tidak selalu menunggu pengarahan. Akan tetapi kelompok seperti ini biasanya tidak cukup banyak.</p>
<p>Tipe kepemimpinan guru yang lebih menekankan kepada sikap demokratis lebih memungkinkan terbinanya sikap persahabatan guru dan siswa denga dasar saling memahami dan saling mempercayai. Sikap inidapat membantu tercipyanya iklim yang menguntungkan bagi terciptanya  kondisi belajar yang optimal. Siswa akan belajar secara produktif baik pada saat ada guru maupun tidak ada guru. Dalam kondisi semacam ini biasanya problema manajemen kelas bisa dipeerkecil sesedikit mungkin.</p>
<p>Dalam upaya menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal, guru harus menempatkan diri sebagai: model, pengembang, perencana, pembimbing, dan fasilitator (Centra, 1990).</p>
<p>Guru sebagai model adalah guru yang tidak menuntut banyak disiplin kaku melainkan sebagai model. Ia mengharapkan dengan pemodelan yang ditampilkan dapat memberi pengalaman dan keantusiasan belajar siswa. Ia tidak menekankan kepada daya ingat terhadap apa yang dikatakan, melainkan mengingatkan siswa jika menemukan ide atau gagasan baru pada akhir pembelajaran.</p>
<p>Guru sebagai pengembang adalah guru yang ahli dalam melaksanakan tugas dengan format ia tidak membiarkan dan mengijinkan siswa bolos atau malas tanpa alasan yang sah. Ia suka mengadakan penilain terhadap segala bidang yang dikerjakan para siswa.</p>
<p>Guru sebagai perencana adalah guru yang ahli dalam bidangnya, yang mengatur, kelas sebagai tata ruang belajar. Ia memiliki pengetahuan dan wawasan luas. Ia menganggap bahwa para siswa belajar kepadanya karena ia mempelajari sebayak mungkin apa yang diketahui guru.</p>
<p>Guru sebagai pembimbing adalah guru yang saling membelajarkan antara dirinya dengan sesama dan siswanya. Ia mengajar siswa dengan sistem sosial yang dinamis. Ia mengharapkan ada interaksi belajar antara diri dan siswanya. Ia mengajar karena mengetahui adanya perkembangan pribadi masing-masing individu, yang mengembangkan suasana saling percaya kan keterbukaan.</p>
<p>Guru sebagai fasilitator adalah guru yang menyadari bahwa pekerjaannya merespon tujuan para siswa sekalipun tujuan itu bervariasi. Ia kurang menyenangi apabila ada siswa yang mendapat kesulitan belajar. Ia banyak mendengar dan bertanya kepada siswa. Ia menginginkan siswa dapat belajar dan mencapai tujuan sesuai harapannya.</p>
<p><strong>b. </strong><strong>Sikap guru</strong></p>
<p>Sikap guru dalam menghadapi siswa yang melanggar peraturan sekolah hendaknya tetap sabar, dan tetap bersahabat dengan suatu keyakinan bahwa tingkah laku siswa akan dapat diperbaiki. Kalaupun guru terpaksa membenci, bencilah tingkah laku siswa dan bukan membenci siswanya iu sendiri. Terimalah siswa dengan hangat, siehingga ia insyaf dengan akan sesalahannya. Berlakulah adil dalam bertindak. Ciptakan satu kondisi yang menyebabkan siswasadr akan kesalahannya sehingga ada dorongan untuk memperbaiki kesalahannya.</p>
<p><strong>c. </strong><strong>Suara guru</strong></p>
<p>Suara guru, walaupun bukan faktoryang besar, turut mempenyai pengaruh besar dalam belajar. Suara yang melengking tnggi atau senautiasa tinggi atau demikian rendah sehingga tidak terdengar oleh siswa secara jelas dari jarak yang agak jauh akan mengakibatkan suasana gaduh. Keadaan seperti itu, juga akan membosankan sehingga pelajaran cenderung tidak diperhatikan. Suara yang relative rendah tetapi cukup jelas dengan volume suara yang penuh dan kedengarannya rileks akan mendorong siswa untuk memperhatikan pelajaran. Mereka yang lebih berani mengajukan pertanyaan, melakukan percobaan sendiri, dan sebagainya. Tekanan suara hendaknya bervariasi sehingga tidak membosankan siswa yang mendengarnya. Hal yang penting dari itu semuanya adalah proses pembelajarannya akan semakin terarah.</p>
<p><strong>d. </strong><strong>Pembinaan hubungan baik</strong></p>
<p>Pembinaan hubungan baik (report) antara guru dan siswa dalam masalah manajemen kelas adalah hal yang sangat penting. Dengan terciptanya hubungan baik guru-siswa senantiasa gembira, penuh gairah dan semangat, bersikap optimistik, realistik dalam kegiatan belajar mengajar yang sedang dilakukan serta terbuka terhadap hal-hal yangakan ada pada dirinya.</p>
<p><strong>3. </strong><strong>Cara menciptakan kondisi sosio-emosional yang positf.</strong></p>
<p>Dalam pengengembangan iklim sosio-emosional yang positif Ginot menekankan pentingnya kolinikasi yang diselenggarakan oleh guru. Yang amat perlu diperhatikan adalah komunikasi itu ialah bahwa guru hendaklah membicarakan keadaan yang dijumpai pada waktu itu dan tidak membicarakan pribadi ataupun sifat-sifat siswa. Jika guru dihadapkan pada perilaku siswa yang tidak menyenangkan, guru disarankan agar menjelaskan apa yang dilihatnya, apa yang dirasakan, dan apa yang sebaliknya dilakukan. Sebagai tambahan, Ginot mengemukakan sebuah daftar saran tentang cara-cara yang hendaknya dilakukan oleh guru dalam berkomunikasi secara efektif, yanitu sebagai berikut:</p>
<p>Alternatif       pernyataan kepada situasi siswa, jangan menilai dirinya karena hal itu       dapat merendahkan diri siswa.</p>
<p>Gambarkan       situasi, ungkapkan perasaan tentang situasi itu, dan jelaskan harapan       mengenai situasi tersebut.</p>
<p>Nyatakan       perasaan yang sebenarnya yang akan meningangkatkan pengertian siswa.</p>
<p>Hindarkan       cara memusuhi dengan cara mengundang kerja sama dan memberikan kepada       siswa kesempatan mengalami ketidak ketergantungan.</p>
<p>Hindarkan       sikap menentang atau melawan dengan cara menghindarkan perintah atau       tuntutan yang memancing renspons defensif.</p>
<p>Akui,       terima, dan hormati pendapat serta perasaan siswa dengan cara       meningkatkan perasaan harga dirinya.</p>
<p>Hindarkan       diagnosis dan prognosis yang akan menilai siswa, karena itu akan       melemahkan siswa.</p>
<p>Jelaskan       proses, dan tidak menilai produk atau pribadi, berikan bimbingan dan       bukan kecaman.</p>
<p>Hindarkan       pertanyaan dan komentar yang memungkinkan memancing sikap menolak dan       mengundang sikap menentang.</p>
<p>Tolak       memberikan godaan kepada siswa pemecah yang ditawanrkan secara buru-buru,       pergunakan waktu untuk memberikan bimbingan yang diperlukan oleh siswa       untuk memecahkan masalahnya. Doronglah kemampuan untuk mengatur diri       sendiri.</p>
<p>Hilangkan       sarkasme, karena hal itu akan mengurangi harga diri peserta didik.</p>
<p>Usahakan       penjelasan yang singkat, hindarkan khotbah yang bertele-tele yang tidak       akan menyakitkan motivasi.</p>
<p>Pantau       dan waspadailah terhadap dampak kata-kata yang disampaikan kepada siswa.</p>
<p>Berikan       pujian yang bersifat menghargai, karena hal itu produktif, tetapi       hindarkan ppujian yang bersifat menilai karena hal itu destruktif.</p>
<p>Dengarkan       apa yang diungkapkan peserta didik dan dorong mengungkapokan buah pikiran       dan perasaan.</p>
<p>Dan juga dalam pengengembangan iklim sosio-emosional yang positif perlu juga adanya sikap mengakui identitas atas keberhasilan siswa. Dinyatakan juga oleh Glasser bahwa satu-satunya kebutuhan dasar manusia adalah kebutuhan identitas yaitu perasaan berhasil dan dihargai. Untuka mencapai identitas berhasil dalam konteks sekolah, seseorang harus mengembangkan perasaan tanggung jawab sosial dan harga diri. Tanggungajawab sosial dan harga diri  adalah hasil yang diperoleh siswa yang telah mengembangkan hubungan baik dengan sesamanya. Jadi untuk mengembangkan identitas keberhasilan yang penting adalah keterlibatan. Perilaku siswa yang menyimpang adalah buah kegagalanya mengembangkan identitas keberhasilan. Dalam kaitan itu, Glasser mengemukakan delapan langkah untuk membantu peserta didik mengubah perilakunya berikut ini:</p>
<p>secara pribadi melibatkan diri dengan siswa; menerima siswa tetapi bukan kepada perilakunya yang menyimpang; menunjukkan kesediaan membantu siswa memecahakan masalah.</p>
<p>Memberikan uraian kepada tentang parilaku siswa; mengenai masalah tetapi tidak menilai atau menghakimi siswa.</p>
<p>Membantu siswa membuat penilaian atau pendapat tentang perilakunya yang menjadi masalah itu. Pusatkan kepada apa dilakukan oleh siswa yang menimbulakan masalah dan apa yang menyebabkan kegagalan.</p>
<p>Membantu siswa merencanakan tindakan yang lebih baik; jika perlu berikan alternatif-alternatif; bantulah siswa membuat keputusan sendiri berdasarankan penilaiannya atas alternative-alternatif yang ada untuk mengembangkan perasaan tanggung jawab sendiri.</p>
<p>Membimbing siswa mengikatkan diri dengan rencana yang telah dibuatnya.</p>
<p>Mendorong siswa sewaktu melakukan rencananya dan memelihara keterikatannya dengan rencana tersebut; yakinkan siswa bahwa guru mengetahi kemajuan kemajuan yang dibuatnya.</p>
<p>Tidak menerima pernyataan maaf siswa apabila siswa gagal meneruskan keterikatannya; bantulah ia memahami bahwa ia sendirilah yang bertanggungajawab atas perilakuny; bantulah ia memahami bahwa  sendirilah yang bertanggung jawab atas perilakunya; ingatkan siswa akan perlunya rencna yang lebih baik; menerima pernyataan maaf berarti tidak memusingkan masalah siswa.</p>
<p>Memberikan kesempatan kepada siswa merasakan akibat wajar dari perilakunya yang menyimpang tetapi jangan menghukumnya; bantulah siswa mencoba lagi menyusun rencan yang lebih baik mengikatkan diri dengan rencana tersebut.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lupieucimatta.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lupieucimatta.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lupieucimatta.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lupieucimatta.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lupieucimatta.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lupieucimatta.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lupieucimatta.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lupieucimatta.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lupieucimatta.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lupieucimatta.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lupieucimatta.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lupieucimatta.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lupieucimatta.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lupieucimatta.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lupieucimatta.wordpress.com&amp;blog=10022413&amp;post=23&amp;subd=lupieucimatta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lupieucimatta.wordpress.com/2009/10/25/pendekatan-sosio-emosional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8f1b45cd1d34993b936d2d786451fd6a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lupieucimatta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SISTEM ENERGI</title>
		<link>http://lupieucimatta.wordpress.com/2009/10/25/sistem-energi/</link>
		<comments>http://lupieucimatta.wordpress.com/2009/10/25/sistem-energi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 04:03:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lupieucimatta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[SISTEM ENERGI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lupieucimatta.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[SISTEM ENERGI PENDAHULUAN Energi diperoIeh tubuh dari pembakaran zat makanan oIeh oksigen. Untuk memperoleh zat makanan, orang cukup hanya dengan makan sehari tiga kali. Hal ini disebabkan karena zat makanan dapat disimpan dalam sel-sel tubuh dalam jumlah yang cukup. Lain &#8230; <a href="http://lupieucimatta.wordpress.com/2009/10/25/sistem-energi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lupieucimatta.wordpress.com&amp;blog=10022413&amp;post=21&amp;subd=lupieucimatta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>SISTEM ENERGI</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>PENDAHULUAN</strong></p>
<p>Energi diperoIeh tubuh dari pembakaran zat makanan oIeh oksigen. Untuk memperoleh zat makanan, orang cukup hanya dengan makan sehari tiga kali. Hal ini disebabkan karena zat makanan dapat disimpan dalam sel-sel tubuh dalam jumlah yang cukup. Lain halnya dengan oksigen yang tidak dapat disimpan. Oksigen harus selalu diambil dari udara dengan perantaraan paru, darah dan sistem peredaran darah. Pada taraf kerja tertentu diperlukan sejumIah oksigen tertentu. Makin tinggi taraf kerja, yang berarti makin banyak jumlah energi yang diperlukan, makin banyak pula jumIah oksigen yang diperlukan. Kemampuan tubuh untuk menyediakan oksigen, disebut kapasitas aerobik, terutama bergantung kepada fungsi sistem pernapasan, darah dan sistem kardiovaskuler. Dari ketiga sistem tersebut, yang hubungannya dengan konsumsi oksigen paling linear iaIah sistem kardiovaskuler. Bahkan pada beberapa cara uji gerak badan, frekuensi denyut nadi merupakan satu-satunya parameter yang dijadikan ukuran untuk meniIai hasiI uji gerak badan tersebut.<span id="more-21"></span></p>
<p><strong>KARBOHIDRAT</strong></p>
<p>Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi manusia dan disebut zat tenaga. Karbohiodrat biasa dikonsumsi banyak terdapat pada jaringan tumbuh-tumbuhan, terutama pada bahan makanan yang banyak mengandung zat tepung (polisakarida), seperti: roti, beras, kentang, padi-padian dan umbi-umbian. karbohidrat juga dapat diperoleh sebagai bahan makanan banyak ditemukan dalam bentuk disakarida, seperti; susu, gula, laktosa, gula biasa, dan sukrosa (McGilvery,1996). karbohidrat pada bahan makanan banyak ditemukan dalam bentuk polisakarida (amilum) dan sebagian kecil dalam bentuk glikogen, sakarida, sukrosa dan laktosa. karbohidrat yang masuk kedalam tubuh akan menjadi monosakarida, yaitu : glukosa, fruktosa atau galaktosa.</p>
<p>Hasil akhir dari proses pencernaan terhadap karbohidrat dalam monosakarida, yaitu: glukosa, fruktosa dan galaktosa. karbohidart dalam bentuk monosakarida tersebut siap diserap oleh darah untuk diedarkan keseluruh tubuh atau disimpan dalam hati sebagai glikogen. Bahan makanan yang tidak diserap oleh sel usus halus diteruskan keusus besar untuk dibuang.</p>
<p><strong>GLUKOSA</strong></p>
<p>Glukosa adalah sumber energi utama bagi sel tubuh. Glukosa merupakan satu-sastunya gula yang terdapat di dalam darah dan merupakan bahan bakar yang ideal bagi sebagian besar jaringan (Guyton &amp; Hall, 1996). Kent (1994) mendefenisikan bahwa glukosa merupakan monosakarida yang berasal dari karbohidrat dan sangat dibutuhkan oleh tubuh. Karbohidrat adalah bahan bakar utama untuk pruduksi metabolit <em>adenosine tree pospat</em> (ATP). Karbohidrta yang digunakan untuk mengasilkan ATP ada dua macam, yaitu: glukosa darah dan glikogen otot (Fox, 1993)</p>
<p>Glukosa yang berada dalam mukosa usus akan berdifusi ke dalam ruang sel dan menuju kedalam kapiler darah. Glukosa secra normal difosforilasi untuk membentuk glukosa -6-fospat pada saat masuk kedalam sel, dan selanjutnya dipolimerisasi menjdi glikogen. Glikogen yang terbentuk merupakan simpanan glukosa yang terdapat hamper di seluruh sel di seluruh jaringan tubuh. Namun, simpanan glikogen yang terbesar terdapat sel hati dan sel-sel otot rangka (Guyton &amp; Hall, 1996; Ganong, 1995).</p>
<p>Glukagon plasma meningkat linier selam latihan ringan pada beberapa spesies non-manusia, sedangkan peningkatan glukagon pada manusia terjadi sekitar I jam selam latihan yang diperpanjang (latihan yang cukup lama dan terus menerus). Peningkatan glukagon terutama diatur oleh kadar glukosa plasma. Penurunan glukosa plasma merupakan stimulator potensial pelepasan glukagon. meskipun terjadi hambatan pelepasan insulin adrenergic, namun mekanisme adrenergic hanya berperan kecil untuk merespon glukagon. Glukagon memilki peranan penting untuk regulasi glukogenolisis hepatic(pemecahan glikogen menjadi glukosa di dalam sel hati). Glukoneogenesis baisanya terjadi pada fase akhir latihan, dimana kadar glukosa darah berkemungkinan sangat menurun (Hoffman, 1996).</p>
<p><strong>PEMASUKAN ZAT GIZI KE DALAM SEL</strong></p>
<p>Masuknya molekul zat ke dalam sel, bukan merembes begitu saja seperti air merembes ke dalam suatu kantung kain. Sel itu dibatasi dengan cairan antarsel bertetangga atau dengan dunia luar oleh membran atau selaput. Membran itu meski tipis sekali, namun bersifat semipermeabel, artinya dapat ditembus oleh beberapa zat saja. Membran sel itu memiliki ribuan molekul protein dengan beraneka macam fungsi.</p>
<p>Diantara protein itu ada yang berfungsi sebagai reseptor (penerima), transporter (pengangkut), atau carrier (pembawa) zat ke dalam sel. Molekul yang dibawa masuk itu terutama sari makanan, glukosa, asam amino, lemak, asam nukleat, vitamin, dan mineral. Semua sudah dalam bentuk molekul kecil dan sederhana, karena diangkut darah ke sebelah luar sel, sebagai hasil pencernaan di dalam usus. Mineral dan vitamin tak perlu lagi dicernakan oleh enzim dalam usus, karena sudah dalam bentuk molekul kecil. Mineral dalam bentuk elektrolit meski demikian kecil, tetapi harus juga memiliki reseptor untuk dibawa masuk ke dalam sel.</p>
<p>Membran sel berangka dasar dua lapis osfolipida. Di antara molekul-molekul lemak itu terdapat bersebar molekul protein yang berfungsi untuk reseptor, transporter, atau carrier. Jika sari makanan tergolong lemak atau larut dalam lemak mudah berdifusi atau merembes langsung ke dalam sel tanpa perlu ada reseptor pada membran itu.</p>
<p>Hormon golongan steroid juga larut dalam lemak, dan mudah berdifusi ke dalam sel. Tetapi, bagi golongan lemak ini ada reseptor dalam sito-plasma yang akan mengangkut zat itu ke dalam inti, terutama yang berbentuk hormon seperti testosteron, estogen, dan koritokosteron. Hormon-hormon ini menempel pada urutan regulator suatu gen lalu merangsangnya aktif melakukan transkripsi dan replikasi.</p>
<p>Molekul lain yang dapat berdifusi bebas masuk sel ialah air (H2O), Oksigen (O2), gas asam arang (CO2), asam nukleat, dan vitamin. Sedangkan untuk glukosa dan ion-ion seperti unsur Na, K, Ca, Cl, harus ada reseptor sendiri, tetapi ada juga molekul yang memiliki reseptor sendiri, tetapi ada juga molekul yang memiliki reseptor bersama dengan molekul lain terutama untuk ion-ion.</p>
<p>Banyaknya zat masuk ke dalam sel dengan cara difusi, baik bebas maupun dengan bereseptor, tergantung kepada kadar zat itu di dalam dan di luar sel. Jika kadar di luar sel lebih besar daripada di dalam, maka zat akan dapat berdifusi. Sebaliknya jika kadarnya lebih tinggi dalam sel, zat tidak bisa dibawa masuk, bahkan arah perembesan adalah sebaliknya, dari dalam ke luar. Ada pula masuknya zat ke dalam sel, di samping harus memiliki reseptor, juga harus mengeluarkan energi tertentu. Jika difusi bebas dan difusi bereseptor tidak memerlukan ATP, tetapi proses pemasukan cara ini digunakan energi. Zat yang dibawa masuk ke dalam sel dengan mengerahkan energi dan ada reseptor ini zat dapat dibawa masuk ke dalam sel meski kadarnya di luar lebih rendah daripada di dalam sel.</p>
<p>BAGI glukosa berlaku ketiga macam cara masuk zat di atas: 1) difusi bebas; 2) difusi bereseptor; dan 3) difusi bereseptor plus ATP. Cara ketiga biasa berlangsung jika dalam darah lebih tinggi konsentrasi glukosa daripada di dalam usus. Glukosa itu tetap tidak akan merembes masuk usus, tetapi ke dalam pembuluh kapiler darah dari dalam rongga usus.</p>
<p>Bagi beberapa jenis sel berlaku pula pemasukan zat atau benda asing ke dalam sel dengan cara memakannya. Sel yang memakan makanan berupa butiran besar, disebut <em>phagocytosis</em>, dan jika berbutiran halus disebut <em>pinocytosis</em>. Yang pertama proses makan, yang kedua proses minum sel. <em>Phaga</em> = makan; <em>pino</em> = minum; <em>cytosis</em> = masuk-keluarnya zat dengan melibatkan pecahnya membran sel, karena dibawa masuknya zat ke dalam sel menyebabkan pecahnya bagian membran yang menerima zat itu. <em>Phagocytosis</em> umum dilakukan oleh lekosit, makrofoga, sel hati, sel lemak, dan beberapa sel epitel dalam keadaan khusus. <em>Pinocytosis</em> umum berlaku bagi sel-sel epitel, terutama pada sel dinding pembuluh kapiler darah. Butiran lemak yang diangkut oleh darah yang disebut lipoprotein, seperti LDL (<em>low density lipoprotein</em>), dibawa masuk ke dalam sel dari plasma darah secara <em>phagocytosis</em>. Dalam satu butiran LDL itu dapat terkandung ribuan butiran kolesterol.</p>
<p>ADA keluarga yang memiliki penyakit keturunan yang disebut <em>hypercholesterolemia</em>, yakni kadar kolesterol yang tinggi dalam darah. Penyakit ini diturunkan secara resesif, dan seorang anak baru akan menderita penyakit itu jika kedua orangtua membawa alel resesifnya. Bagi mereka ini kadar LDL selalu tinggi dalam darah, karena reseptornya pada membran sel tidak beres. Ada juga karena jumlah reseptornya sedikit atau tak ada sama sekali, ada pula karena meski reseptor itu banyak pada membran sel, tetapi tidak menumpuk sehingga bersama-sama tidak mampu mengikat butiran LDL yang melintas. Ada pula karena lekak-lekuk permukaan reseptor itu sendiri yang berubah sehingga tidak bisa berikatan dengan LDL. Ketiga jenis kelainan reseptor ini disebabkan karena terjadinya mutasi pada gen reseptor LDL itu.</p>
<p>Bakteri dimakan oleh lekosit dan makrofoga juga secara <em>phagocytosis.</em><br />
Setelah benda asing atau zat dibawa masuk ke dalam sel, akan masuk ke dalam lisosom, lalu dicernakan. Setelah tercerna, molekul sederhana akan berdifusi ke dalam sitoplasma. Ampas cernaan dikeluarkan dari membran sel secara <em>exocytosis</em>. Yakni, mengeluarkan zat dari sel dengan proses <em>cytosis</em>. Bisa jadi ampas itu dimakan oleh makrofoga. Butiran zat yang halus sehingga dianggap larut atau membentuk koloid dalam cairan antarsel tertentu atau plasma darah, dibawa masuk ke dalam sel dengan <em>pinocytosis</em>. Selsel dinding pembuluh kapiler darah biasa melakukan ini untuk mengangkut sari makanan dari dalam rongganya ke dalam dindingnya, lalu masuk lagi ke sel-sel jaringan lain. <em>Phagocytosis</em> dan <em>pinocytosis</em> selain harus memiliki reseptor juga mengerahkan energi.</p>
<p>ADA lagi cara lain memasukkan zat ke dalam sel, yaitu lewat pertautan antara sel bersebelahan. Antara sel bertetangga dalam suatu jaringan ada pertautan. Pertautan ada tiga macam dan berfungsi khusus: 1) untuk melekatkan sel sepopulasi sesama sehingga jadi kompak, tidak lepas-lepas; 2) mematri bagian samping membran sel bertetangga agar zat atau air tidak merembes melintas dari lapisan bawah; 3) perlintasan zat makanan antara sel sepopulasi agar cepat tersebar dan merata.</p>
<p>Pertautan untuk perlintasan zat antara sel sepopulasi umum terdapat antara sel epitel dan sel otot. Sel otot dinding rahim dan jantung memiliki pertautan untuk perlintasan zat ini, termasuk untuk penyebaran rangsangan saraf antara sel-sel otot itu. Pertautan ini semacam kisi-kisi roster antara sel bersebelahan. Roster pada membran satu sel setentang dengan roster pada membran sel sebelah, sehingga aliran zat dari satu sel ke sel lain berjalan lancar.</p>
<p>Tidak ada energi diperlukan untuk aliran zat lewat roster-roster ini. Tetapi ATP diperlukan untuk kelancaran fungsi pertautan ini. Energi perlu untuk mengatur-buka tutup lubang-lubang halus tiap roster. Membuka-tutup lubang roster ini perlu untuk mengatur besarnya aliran zat yang melintas. Jika suatu zat sudah merata dan cukup banyak pada suatu populasi sel, maka lubang itu pun menutup. Zat yang melintas lewat pertautan ialah semua zat makanan, yaitu glukosa, asam amino, asam lemak, gliserol, vitamin, dan elektrolit. Ikut juga melintas obat yang dimakan atau disuntikan.</p>
<p>Reseptor pada membran sel selain menerima dan membawa masuk zat makan ke dalam sel, ada pula yang bertindak untuk menerima sejenis zat perangsang yang disebut sinyal. Sinyal itu misalnya ialah hormon, zat penyampai rangsangan (neuro-transmitter), dan faktor tumbuh. Seperti halnya untuk zat makanan reseptor juga khas untuk sejenis sinyal. Hormon insulin memiliki reseptor sendiri. Bagi hormon golongan steroid tak perlu ada reseptor pada membran, tetapi berada dalam sitoplasma sel. Steroid ini oleh reseptor diangkut ke dalam inti untuk merangsang gen aktif bekerja. Hormon dari senyawa protein atau peptida ada reseptornya, tetapi tidak di bawa masuk ke dalam sel. Hormon itu hanya menimbukan reaksi berantai pada seperangkat protein pada membran lalu merangsang terbentuknya protein aktif untuk mendorong metabolisme. Protein aktif itu disebut kinase.</p>
<p>RACUN (toksin) yang dihasilkan oleh kuman sering dapat memaksa atau mengecoh reseptor dan menganggapnya sebagai hormon atau faktor tumbuh. Racun itu berikatan dengan reseptor dan membuat reseptor itu bereaksi untuk menyampaikan rangsangan ke dalam sel. Bahkan rangsangan itu berlebihan dibandingkan dengan hormon atau faktor tumbuh yang biasa. Contoh terkenal ialah racun yang dihasilkan oleh bakteri kolera. Racun ini tidak masuk sel, dan tidak pula merusaknya. Tetapi, merangsang sel-sel kelenjar lendir usus untuk menggetahkan cairan.</p>
<p>Dalam keadaan biasa kelenjar ini hanya menggetahkan cairan untuk mencernakan makanan sebanyak 1-2 liter per hari. Guna lendir ini digetahkan banyak-banyak ialah untuk menetralkan keasaman bubur makanan yang turun dari lambung. Tetapi racun ini merangsang mereka untuk menggetahkan lendir 20-30 liter per hari. Cairan ini dikeluarkan dari tubuh lewat muntah atau buang air besar. Ini membuat tuan rumah mengalami kekurangan air yang luar biasa dan bersifat fatal.</p>
<p>Penyakit kencing manis (diabetes mellitus) ada karena reseptor pada membran sel kurang afinitas terhadap insulin, atau karena reseptor itu sendiri kurang dihasilkan. Sedangkan hormon insulin sendiri cukup banyak dihasilkan oleh pankreas. Jenis penyakit ini disebut <em>insulin-independent diabetes mellitus</em> (IIDM). Ada pula penyakit ini karena memang insulinnya sendiri kurang sekali atau tidak ada sama sekali dihasilkan pankreas. Jenis penyakit ini disebut <em>insulin-dependent diabetes mellitus</em> (IDDM). Reseptornya sendiri banyak terdapat pada membran sel.</p>
<p>Jika reseptor diberikan dengan insulin, kompleks reseptor-insulin ini dibawa masuk ke dalam sitoplasma, terus dibawa melekat ke pori inti. Sementara itu, pemasukan glukosa ke dalam sel pun meningkat. Insulin masuk ke dalam sel akan merangsang gen menghasilkan enzim untuk mengubah glukosa, jadi glikogen, dan meningkatkan oksidasi glukosa yang ada untuk dirubah jadi energi.</p>
<p>Kadar glukosa yang tinggi dalam darah akan diturunkan enzim oleh rangsangan insulin, dan glukosa pun diubah jadi glikogen. Sebaliknya jika glukosa sedikit dalam darah, maka glikogen dirombak jadi glukosa agar kadar gula darah tetap. Pada orang IDDM glukosa itu tidak bisa dioksidasi dengan benar dalam otot sehingga kadarnya tetap tinggi dalam darah dan kelebihan itu dibuang lewat kemih. Jika pasien demikian diberi suntikan insulin, glukosa diubah jadi glikogen, dan reseptornya pada membran sel otot dan sel lemak diproduksi gen banyak-banyak sehingga pemasukan glukosa ke dalam sel jadi meningkat.</p>
<p>Pada orang gemuk jumlah reseptor insulin pada membran sel jauh lebih sedikit daripada orang biasa. Tetapi jika ia berolahraga teratur jumlah reseptor bertambah jadi normal kembali. Demikian pula reseptor untuk glukosa sehingga zat ini banyak dioksidasi. Kadar glukosa darah jadi turun, lalu hati merombak glikogen jadi glukosa. Lemak dalam jaringannya pun dimobilisasi, diubah jadi sakarida, lalu masuk reaksi pernapasan untuk menghasilkan energi.</p>
<p>Dalam suasana normal kadar glukosa darah dan cairan tubuh dikontrol secara berbalikan (antagonis) antara hormon insulin dan glukogen. Keduanya sama-sama digetahkan oleh pankreas. Jika kadar glukosa dalam darah terlalu rendah, reseptor glukogen pada sel hati mengikat hormon ini banyak-banyak, lalu menimbulkan reaksi berantai pada membran sel sehingga terbentuk protein kinase yang mengkatifkan metabolisme sel. Glikogen pun dirombak jadi glukosa, sampai kadarnya dalam darah kembali normal.</p>
<p><strong>PROSES AEROBIK DAN PROSES ANAEROBIK.</strong></p>
<p>Dalam pembentukan energi, terdapat dua macam proses yang dapat ditempuh, yaitu proses aerobik, proses yang memerlukan oksigen; dan proses anaerobik, proses yang tidak memerlukan oksigen. Pada proses aerobik terjadi proses pembakaran yang sempuma. Atom hidrogen dioksidasi menjadi HzO dan atom karbon dioksidasi menjadi COz. Sisa metabolisme tersebut dikeIuarkan dari tubuh melalui proses pernapasan. Energi yang diperoIeh dari proses aerobik ini tidak dapat langsung digunakan otot sebagai sumber energi untuk mengerut. Energi tersebut dengan proses lebih lanjut digunakan untuk sintesis ATP (adenosine triphosphate) dan senyawa-senyawa berenergi tinggi yang lain. Senyawa-senyawa tersebut merupakan senyawa yang dapat menyimpan energi dalam jumlah yang besar. Proses pemecahannya yang tidak memerIukan oksigen dengan menghasilkan energi yang besar itu merupakan proses anaerobik. Energi yang dihasilkan dari pemecahan ATP ini dapat digunakan sebagai sumber energi untuk mengerut oleh otot (2,3). Proses aerobik dan proses anaerobik tersebut dalam tubuh selalu terjadi bersama-sama dan berurutan. Hanya berbeda intensitasnya pada jenis dan tahap kerja tertentu. Pada kerja berat yang hanya berlangsung beberapa detik saja, dan pada permulaan kerja pada umumnya, proses anaerobik lebih menonjol dari pada proses aerobik. Pada keadaan kerja tersebut, sistem kardiopulmonal belum bekerja dengan kapasitas yang diperlukan. Untuk penyesuaiannya, diperlukan waktu. Dengan demikian oksigen yang tersedia tidak mencukupi. Maka keperluan akan energi terutama dicukupi dengan proses anaerobik. Pada keadaan kerja tersebut terdapat &#8220;hutang&#8221; oksigen. &#8220;Hutang&#8221; ini akan dibayar sesudah berhenti bekerja, sehingga orang sesudah berhenti bekerja masih terengah-engah dan denyut jantungnya masih cepat. Bila pekerjaan diteruskan dengan taraf kerja yang tetap, refleks-refleks tubuh akan mengatur fungsi sistem kardiopulmonal untuk mencukupi jumlah oksigen yang diperlukan, sehingga dicapai kerja <em>steady-state.</em> Pada kerja <em>steady-state</em> ini jumlah oksigen yang diperlukan tetap jumlahnya dari waktu ke waktu (2,3). Bila taraf kerja ditingkatkan lagi dengan menambah beban kerja, pada saat ditingkatkan tersebut terjadi &#8220;hutang&#8221; oksigen lagi dan kembaIi proses anaerobik lebih menonjoI. Dan bila taraf kerja dipertahankan lagi pada taraf yang baru ini, akan terjadi lagi kerja <em>steady-state</em> tetapi pada taraf yang lebih tinggi. Jumlah oksigen yang diperlukan pada taraf kerja yang lebih tinggi ini juga lebih besar. Bila taraf kerja dinaikkan secara bertahap demikian dengan setiap kali menambah beban kerja, suatu saat seluruh kapasitas sistem kardiopulmonal terpaksa dikerahkan untuk memenuhi keperluan akan oksigen. Dalam hal demikian berarti kapasitas aerobik maksimal telah dicapai. Bila beban kerja dinaikkan lagi, tubuh tidak dapat lagi menambah persediaan oksigen. Maka kembali proses anaerobik akan lebih menonjol daripada proses aerobik. Taraf kerja demikian tidak boleh dipertahankan dalam waktu yang cukup lama (beberapa menit) karena persediaan tenaga dalam tubuh akan habis dan orangnya mengalami <em>exhaustion (2).</em> Proses anaerobik merupakan proses oksidasi yang tidak sempurna. Salah satu sisa metabolismenya ialah asam Iaktat. Maka biIa proses anaerobik meningkat, kadar asam laktat darah juga meningkat. 3 0 Cermin Dunia Kedokteran No. 19, 1980.</p>
<p align="center"><strong>DAFTAR RUJUKAN</strong></p>
<p><a href="mailto:siswono@gizi.net">Siswono</a>. 2001. Pemasukan Zat ke Dalam sel. <em>Pemasukan Zat ke Dalam sel</em> (online), (<a href="http://www.gizi.net/cgi-bin/berita/fullnews">http://www.gizi.net/cgi-bin/berita/fullnews</a>, diakses 14 September 2008).</p>
<p>Setiadji, Sutarmo, V, dan, Gunawan, B. 2002. Uji Gerak Badan.<em> Bagian Ilmu Faal Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jakarta </em>(online), (<a href="http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files">http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files</a>, diakses 9 september 08).</p>
<p>Asnaldi, Arie. 2007. Artikel Olahraga. <em>Pengaruh pemberian glukosa dengan program latihan fisik anaerobik tehadap peningkatan kapasitas kerja maksimal </em>(online), (<a href="http://artikel-olahraga.blogspot/">http://artikel-olahraga.blogspot</a>, diakses 9 September 2008)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lupieucimatta.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lupieucimatta.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lupieucimatta.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lupieucimatta.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lupieucimatta.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lupieucimatta.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lupieucimatta.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lupieucimatta.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lupieucimatta.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lupieucimatta.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lupieucimatta.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lupieucimatta.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lupieucimatta.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lupieucimatta.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lupieucimatta.wordpress.com&amp;blog=10022413&amp;post=21&amp;subd=lupieucimatta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lupieucimatta.wordpress.com/2009/10/25/sistem-energi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8f1b45cd1d34993b936d2d786451fd6a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lupieucimatta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KEBUGARAN JASMANI DENGAN KESEHATAN MENTAL</title>
		<link>http://lupieucimatta.wordpress.com/2009/10/25/kebugaran-jasmani-dengan-kesehatan-mental/</link>
		<comments>http://lupieucimatta.wordpress.com/2009/10/25/kebugaran-jasmani-dengan-kesehatan-mental/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 03:59:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lupieucimatta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[KEBUGARAN JASMANI DENGAN KESEHATAN MENTAL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lupieucimatta.wordpress.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Hubungan antara Latihan Kebugaran dengan Kesehatan Mental A) Latihan Kebugan Jasmani Setiap orang normal pasti berkeinginan untuk sehat dan bugar, yang dimaksud sehat adalah : keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial &#8230; <a href="http://lupieucimatta.wordpress.com/2009/10/25/kebugaran-jasmani-dengan-kesehatan-mental/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lupieucimatta.wordpress.com&amp;blog=10022413&amp;post=18&amp;subd=lupieucimatta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>Hubungan antara Latihan Kebugaran dengan Kesehatan Mental</strong></p>
<p><strong>A) </strong><strong>Latihan Kebugan Jasmani</strong></p>
<p>Setiap orang normal pasti berkeinginan untuk sehat dan bugar, yang dimaksud sehat adalah : keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Sedangkan bugar adalah : kemampuan tubuh untuk melakukan kegiatan sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan fisik dan mental yang berlebihan.</p>
<p>Untuk mendapatkan kondisi tubuh yang sehat dan bugar salah satu caranya adalah  berolah raga/ latihan kebugan dengan baik dan benar, yaitu :</p>
<ol>
<li>Olah raga/ latihan kebugan dapat dimulai sejak usia muda hingga usia lanjut.</li>
<li>Dapat dilakukan dimana saja, dengan memperhatikan lingkungan yang aman dan nyaman,  bebas polusi dan tidak menimbulkan cedera.</li>
<li>Dilakukan secara bertahap dimulai dari pemanasan 5 &#8211; 10 menit, diikuti dengan latihan inti minimal 20 menit dan diakhiri dengan pendinginan selama 5 &#8211; 10 menit.</li>
<li>Frekuensi latihan dilakukan secara teratur 3 &#8211; 5 kali per minggu.</li>
<li>Intensitas latihan :Untuk meningkatkan daya tahan tubuh harus mencapai 70% &#8211; 85%  denyut nadi maksimal (DNM). DNM adalah denyut nadi maksimal yang dihitung berdasarkan : DNM = 220 &#8211; UMUR. Untuk membakar lemak dengan intensitas yang lebih ringan, yaitu 60 &#8211; 70 % DNM.<span id="more-18"></span></li>
</ol>
<p>Contoh :</p>
<p>Orang dengan usia 40 tahun, akan mempunyai : DNM = 220 &#8211; 40 = 180, untuk membakar lemak orang tersebut harus berolah raga dengan denyut nadi mencapai : 60 % x 180 = 108, sampai dengan 70 % x 180 = 126.</p>
<ol>
<li>Waktu. Mulai semampunya, selanjutnya ditambah secara perlahan-lahan. Untuk meningkatkan daya tahan tubuh (endurence) perlu waktu antara 1/2 &#8211; 1 jam, untuk membakar lemak perlu waktu lebih lama (lebih dari satu jam).</li>
</ol>
<p><strong>Komponen-komponen Kebugaran Jasmani </strong></p>
<p>Kebugaran jasmani sangat penting dalam menunjang aktifitas kehidupan sehari-hari, akan tetapi nilai kebugaran jasmani tiap-tiap orang berbeda-beda sesuai dengan tugas/profesi masing-masing. Kebugaran jasmani terdiri dari komponen-komponen yang dikelompokkan menjadi kelompok yang berhubungan dengan kesehatan (Health Related Physical Fitness) dan kelompok yang berhubungan dengan ketrampilan (Skill Related Physical Fitness). Berikut ini akan dijelaskan komponen kebugaran jasmani yang berkaitan dengan kesehatan.</p>
<ol>
<li>Daya tahan Kardiovaskuler</li>
</ol>
<p>Adalah kemampuan jantung dan pembuluh darah dalam memasok gizi dan oksigen ke otot selama melakukan latihan (Kent, 1994)</p>
<ol>
<li>Daya Tahan Otot</li>
</ol>
<p>Adalah kemampuan organ otot untuk melawan kelelahan yang timbul sat melakuakn aktifitas olahraga atau aktifitas yang memerlukan gerak sebagai sarana. Daya tahan otot dipengaruhi oleh jenis fibri otot, fibril merah (tonic), kualiatas sistem pernapasan dan peredaran darah, proses metabolisme otot dan hormon, sistem syaraf pusat dan perifir, kekuatan otot maksiamal, daya ledak dan power endurance, koordinasi gerakan otot-otot, irama gerak peranapasan, susunan kimia dalam otot(glikogen, ATP, dan cadangan alkali), umur dan jenis kelamin.</p>
<ol>
<li>Kelentukan</li>
</ol>
<p>Adalah kemampuan suatu tendon otot pada sendi terulur tanpa mengalami hambatan fisik (Kent, 1994)‏. Faktor-faktor yang mempengaruhi kelentukan oleh bentuk, tipe dan stuktru sendi, ligament dan tendon, usia dan jenis kelamin.</p>
<ol>
<li>Kekuatan</li>
</ol>
<p>Adalah Kemampuan otot atau lebih yang bekerja melawan suatau tahanan dengan usaha maksimal (suharno, 1993)‏. Faktor yang menentukan kekuatan yaitu luas potongan melintang otot sebagai akibat hipertropi otot, jumlah fibril otot, ukuran rangka tubuh (skelet), inversi otot, sistem kimiawi, usia dan jenis kelamin.</p>
<ol>
<li>Kelincahan</li>
</ol>
<p>Adalah kemampuan mengubah posisi badan pada suatu tempat dengan cepat, secara tepat tanpa kehilangan keseimbangan ( Kent, 1994)‏. Faktor-faktor yang mempengaruhi kelincahan adalah kecepatan reaksi, kecepatan gerak, kemampuan beradaptasi dan mengatisispasi, mengatur kelentukan sendi dan kemampuan koordinasi dan kemampuan mengatur gerakan (suharno, 1993)‏</p>
<ol>
<li>Kecepatan</li>
</ol>
<p>Adalah kapasitas menempuh jarak atau bergerak dengan cepat (Bompa, 1994)‏. Unsur-unsur kecepatan yaitu waktu reaksi, frekuensi gerakan per satuan waktu, dan kecepatan tertentu menempuh jarak tertentu. Faktor-faktor kecepatan inversi sistem syaraf, elastisitas otot, biokimia otot, kemampuan otot relaksasi, konsentrasi dan kemauan, kemampuan menggunkan dengan teopta kecepatan untuk bergerak dan bereaksi.</p>
<ol>
<li>Keseimbangan</li>
</ol>
<p>Adalah kemampuan seseorang memelihara sistem neuromuskularnya dalam kondisi statis untuk menjawab secara efisien atau mengontrol dalam siakp khusus secara efisien dilanjutkan bergerak (Barrow dan Mc Gee, 1971)‏. Faktor-faktor yang mempengaruhi keseimbangan sistem <em>vestibular</em> dibagian dalam telinga, penglihatan, meraba dan <em>proprioseptor</em></p>
<p><strong>B) </strong><strong>Kesehatan Mental</strong></p>
<p>Yang di maksud dengan kesehatan mental, ialah kemampuan seseorang menyesuaikan diri terhadap berbagai tuntutan perkembangan sesuai kemampuannya, baik tuntutan dalam diri sendiri maupun luar dirinya sendiri, seperti menyesuaikan diri dengan lingkungan rumah, sekolah, lingkungan kerja dan masyarakat serta teman sebaya.</p>
<p>Seseorang dapat mengikuti atau melakukan suatu aktivitas dengan baik bila ia sehat secara mental. Yang dimaksud sehat secara mental adalah adanya rasa aman, kasih sayang, kebahagiaan dan rasa diterima oleh orang lain. Sebaliknya seseorang akan mengalami hambatan mengikuti atau melakukan suatu aktivitas bila kesehatan mentalnya terganggu, seperti adanya: rasa cemas, sedih, marah, kesal, khawatir, rendah diri, kurang percaya diri dan lain-lain.</p>
<p><strong>Cara memiliki dan menjaga kesehatan mental yang tangguh.</strong></p>
<p>Keberhasilan seseorang dalam melakukan atau mencapai sesuatu sangat banyak dipengaruhi bagaimana ia mampu menjaga kesehatan fisik dan mental sebaik-baiknya (seimbang). Kesehatan fisik dan mental seseorang menjadi satu kesatuan penting dan tidak terpisahkan dalam setiap aspek kehidupan untuk dapat melakukan dan mencapai sesuatu secara optimal.</p>
<p>Untuk itu setiap orang agar memilki kemampuan menghadapi persoalan atau masalah hendaknya:</p>
<p>a)      Menerima dan mengakui dirinya sebagaimana adanya.</p>
<p>b)      Tekun beribadah dan berakhlak mulia.</p>
<p>c)      Bersikap sportif.</p>
<p>d)     Percaya diri.</p>
<p>e)      Memiliki semangat atau motivasi.</p>
<p>f)       Tidak takut menghadapi tantangan dan berusaha terus untuk mengatasinya (hal positif).</p>
<p>g)      Terbuka.</p>
<p>h)      Tenang, tidak emosi  bila menghadapi masalah (pikirkan dengan kepala dingin).</p>
<p>i)        Banyak bergaul dan bermasyarakat (bergaul yang positif).</p>
<p>j)        Bangun komunikasi yang baik dengan orang tua, teman, guru, dosen, atasan, dan lain-lain.</p>
<p>k)      Banyak latihan mengendalikan diri, seperti tidak pemarah, tidak cemas, berpikir positif, mudah memaafkan dan lain-lain.</p>
<p>l)        Membiasakan diri untuk selalu peduli dengan lingkungan dan orang lain.</p>
<p><strong>C) </strong><strong>Hubungan antara Latihan Kebugaran dengan Kesehatan Mental</strong></p>
<p>Para peneliti di Belanda menemukan, ketika orang usia lanjut (berusia lebih dari 55 tahun) yang sehat menjaga kebugarannya dengan beraerobik, secara bersamaan dia memperbaiki kualitas ingatan, perhatian, dan kemampuan mental lainnya. Temuan ini dipublikasikan dalam Cochrane Library edisi April 2008, sebuah publikasi dari Cochrane Collaboration, sebuah organisasi internasional yang mengevaluasi penelitian bidang kesehatan.</p>
<p>Latihan aerobik di antaranya jalan cepat yang membuat kerja jantung terpacu dan memperbaiki daya tahan jantung. Latihan jenis ini terbukti memberi manfaat bagi jantung. Secara bersamaan, para penelitian kemudian mengaitkan dengan fungsi kognitif otak pada orang usia lanjut.Namun, masih belum jelas adakah keterkaitan langsung antara latihan aerobik dan keuntungannya bagi jantung.</p>
<p>Beberapa penelitian kemudian menguji efek aerobik dibandingkan orang yang tidak melakukan latihan apa pun. Sebagai pembanding, para peneliti menganalisis orang yang melakukan latihan tenaga atau fleksibilitas serta aktivitas sosial.</p>
<p>Delapan dari 11 macam penelitian itu peneliti menemukan responden yang melakukan latihan aerobik rata-rata menunjukkan perbaikan level kebugaran mereka. Perbaikan itu ternyata juga membantu meningkatkan kualitas ketajaman mental. &#8220;Namun, masih belum jelas mengapa perbaikan kebugaran fisik memberikan keuntungan sehingga masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut,&#8221; papar Angevaren.</p>
<p>Pasalnya, ketika para peneliti tidak memperhitungkan responden yang tak melakukan latihan apa-apa dari analisis itu, tidak ditemukan bukti yang konsisten. Bukti bahwa apakah aerobik memberikan manfaat lebih dibandingkan jenis olahraga lainnya.</p>
<p>&#8220;Ini perlu dibuktikan apakah efek yang sama juga diperoleh dari bermacam jenis olahraga lainnya,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Meski demikian, Angevaren tetap menggarisbawahi kesimpulan tentang mengapa aerobik atau jantung yang sehat bermanfaat bagi otak. &#8220;Perbaikan ini secara kognitif sebagai hasil dari kebugaran jantung dapat dijelaskan melalui perbaikan aliran darah ke otak. Dengan demikian, meningkatkan metabolisme otak, kemudian merangsang produksi neurotransmiter dan pembentukan sinapsis baru,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Neurotransmiter merupakan zat kimia dalam tubuh yang bertugas membawa pesan antara sel-sel urat saraf. Sementara itu, sinapsis merupakan pertalian antara hubungan-hubungan sel urat saraf. Dengan begitu, para peneliti menyimpulkan bahwa dengan menyehatkan jantung, secara bersamaan juga melindungi otak. Tidak hanya melindungi dari serangan jantung, juga stroke.</p>
<p>Sebab, menurut Angevaren, penyakit kardiovaskular dikenal sebagai salah satu penyebab masalah fungsi mental.</p>
<p><strong> </strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lupieucimatta.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lupieucimatta.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lupieucimatta.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lupieucimatta.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lupieucimatta.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lupieucimatta.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lupieucimatta.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lupieucimatta.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lupieucimatta.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lupieucimatta.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lupieucimatta.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lupieucimatta.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lupieucimatta.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lupieucimatta.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lupieucimatta.wordpress.com&amp;blog=10022413&amp;post=18&amp;subd=lupieucimatta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lupieucimatta.wordpress.com/2009/10/25/kebugaran-jasmani-dengan-kesehatan-mental/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8f1b45cd1d34993b936d2d786451fd6a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lupieucimatta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Metode Latihan Fisik</title>
		<link>http://lupieucimatta.wordpress.com/2009/10/25/metode-latihan-fisik/</link>
		<comments>http://lupieucimatta.wordpress.com/2009/10/25/metode-latihan-fisik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 03:53:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lupieucimatta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Metode latihan fisik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lupieucimatta.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Metode latihan fisik Latihan sirkuit (circuit training) Morgan dan Adamson (1959) menciptakan metode kesegaran jasmani dan latihan yang terbukti berhasil dalam beberapa masa. Karena pos-pos dari program latihan di susun dalam suatu putaran, metode ini disebut latihan sirkuit. Latihan sirkuit &#8230; <a href="http://lupieucimatta.wordpress.com/2009/10/25/metode-latihan-fisik/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lupieucimatta.wordpress.com&amp;blog=10022413&amp;post=14&amp;subd=lupieucimatta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Metode latihan fisik</strong></p>
<ol>
<li>Latihan sirkuit (circuit training)</li>
</ol>
<p>Morgan dan Adamson (1959) menciptakan metode kesegaran jasmani dan latihan yang terbukti berhasil dalam beberapa masa. Karena pos-pos dari program latihan di susun dalam suatu putaran, metode ini disebut latihan sirkuit.</p>
<p>Latihan sirkuit bertujuan untuk mengembangkan dan memperbaiki kesegaran jasmani yang berkaitan dengan kekuatan, kecepatan dan, daya tahan.<span id="more-14"></span></p>
<p>Perencanaan latihan sirkuit diawalai dengan menentukan tujuan latihan dilanjutkan memilih dan menentukan butir-butir latihan untuk menentukan intensitas latihan. Selanjutnya menyusun urutan butir-butir latihan dalam sirkuit untuk menghindari pembrian latihan latihan pada bagian yang sama secara berurutan.</p>
<p>Bompa (1994) menyarankan bahwa dalam mengembangkan program latihan sirkuit harus memperhatikan karakteristik berikut ini:</p>
<ol>
<li>Sirkuit pendek terdiri dari 6 latihan, normal terdiri 9 latihan dan panjang terdiri 12 latihan. Total lama latihan  antara 10-30 menit, biasanya dilakukan tiga putaran.</li>
<li>Kebutuhan fisik harus ditingkatkan secara progresif dan perorangan.</li>
<li>Karena satu set terdiri dari pos-pos, maka disusun latihan yang penting, beberapa atlet diikutsertakan secara simultan.</li>
<li>Sirkuit harus disusun untuk otot-otot secara bergantian.</li>
<li>Keperluan latihan perlu diatur secara teliti dengan memperhatikan waktu atau jum;ah ulangan yang dilakukan.</li>
<li>Meningkatkan unsure-unsur latihan, waktu utuk melakukan sirkuit dapat dikurangi tanpa mengubah jumlah ulangan atau beban, atau menambah beban atau jumlah ulangan.</li>
<li>Interval istirahat diantara sirkuit kira-kira dua menit tetapi dapat berubah sesuai dengan kebutuhan atlet. Metode denyut nadi dapat digunakan untuk menghitung interval istirahat. Jika jumlah nadi di bawah 120 kali, sirkuit lanjutan dapat dimulai.</li>
<li>Latihan beban (weight training)</li>
</ol>
<p>Bompa (1994) menjelaskan bahwa latihan beban adalah program latihan kekuatan menggunakan tahanan yang diberikan oleh beban seperti barbell dan dumbbell.</p>
<p>Bowers dan Fox (1088) menyatakan bahwa program latihan beban direncanakan untuk mengembangkan otot. Ada 4 prinsip yang akan mendasari prigram mengangkat beban yaitu:</p>
<ol>
<li>Prinsip beban lebih</li>
<li>Prinsip beban meningkat</li>
<li>Prinsip beban pengaturan</li>
<li>Prinsip pengkhususan</li>
</ol>
<p>Program latihan mengangkat beban direncanakan sesuai dengan jenis kontraksi otot (isotonik, isometrik dan, isokinetik)</p>
<p>Isotonik</p>
<p>Kontraksi isotonik menurut kent (1994) adalah kontraksi otot yang mana tegangan otot tetap, tetapi panjang otot berubahuntuk mengatasi tahanan yang tetap.</p>
<p>Isometrik</p>
<p>Kontraksi isometrik oleh Kent (1994) disebut juga kontraksi statis, secara konvensional digunakan untuk menjelaskan kontraksi suatu otot dimana tegangan otot bertambah tetapi otot tidak berubah panjang.</p>
<p>Isokinetik</p>
<p>Kontraksi isokinetik didifinisikan oleh Bompa (1994) adalah kontraksi yang mana tegangan otot dikembangkan kemudian memendek dengan kecepatan gerakan maksimal yang tetap dengan ruang gerak sendi yang luas.</p>
<ol>
<li>Latihan interval (interval training)</li>
</ol>
<p>Kent (1994) menjelaskan bahwa latihan interval adalah suatu system latihan yang berganti-ganti antara melakukan dengan giat (interval kerja) dengan periode kegiatan dengan intensitas rendah (periode sela) dalam suatu tahap latihan.</p>
<p>Fox, Bowers dan Foss (1994) menjelaskan beberapa keuntungan system latihan interval sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Teliti dalam mengaontrol ketegangan</li>
<li>Sebagai pendekatan sistematis hari demi hari, memungkinkan mudah dalam mengamati kemajuan</li>
<li>Lebih cepat memperbaiki energy potensial daripada metode latihan kondisi yang lain</li>
<li>Program latihan ini dapat dilaksanakan dimanapun dan tidak memerlukan peralatan khusus</li>
</ol>
<p>Lima prinsip yang dilakukan untuk latihan interval dijelaskan oleh Fox, Bowers dan, Foss (1994) sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Ukuran dan jarak interval</li>
<li>Jumlah ulangan setiap latihan</li>
<li>Interval sela atau waktu diantra interval kerja</li>
<li>Jenis kegiatan selama interval sela</li>
<li>Frekuensi latihan per minggu</li>
</ol>
<ol>
<li>Latihan fisik dengan system aerobik</li>
</ol>
<p>Cooper (1982) menjelaskan bahwa latihan aerobik menunjuka pada kegiatan yang panjang dan kebutuhan tersebut ada pada tubuh yang memerukan pengembangan kapasitas mengambil oksigen.</p>
<p>Rushall dan Pyke (1990) menjelaskan bahwa bentuk latihan yang terus menerus lebih dari 30 menit biasanya menghasilkan adaptasi aerobic pada beban kerja di bawah ambang anaerobik.</p>
<p>Latihan aerobik merupakan system latihan, dimana energi yang digunakan berasal proses glikosis aerobik, siklus kreb dan system transprtasi electron. Proses tersebut memerlukan oksigen dimana okigen tersebut diperlukan untuk memecah glukusa menjadi CO2, air dan, energi.</p>
<ol>
<li>Latihan fisik dengan system anaerobik</li>
</ol>
<p>Getchell (1979) menjelaskan bahwa pada suatu waktu kerja dengan intensitas dan kecepatan tinggi dalam waktu yang pendek memerlukan energi segera yang tidak dapat diperoleh secara cepat dari sumber aerobik.</p>
<p>Cooper (1982) menjelaskan bahwa anaerobik berarti tanpa olsigen, dan jenis latihan yang perlu adalah kegiatan dilaksanakan tanpa menggunakan oksigen dari pernafasan. Latihan anaerobik merupakan system latihan, dimana energy yang digunakan berasal dari ATP-PC maupun asam laktat atau proses glikosis aerobic, yaitu pemecahan glikogen tanpa menggunakan oksien.</p>
<p>Menurut Bouchard, Brunell, dan Gadbaut (1975) bahwa konsep tentang kapasitas anaerobik tergantung pada kapasita seseorang untuk menanggung hutang oksigen yang lebih besar selama keadaan melakukan kerja dalam kondisi aerobik. Seseorang  yang mempunyai kapasitas anaerobik yang lebih besar maka lebih besar hutan oksigen yang dapat ditanggung.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lupieucimatta.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lupieucimatta.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lupieucimatta.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lupieucimatta.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lupieucimatta.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lupieucimatta.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lupieucimatta.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lupieucimatta.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lupieucimatta.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lupieucimatta.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lupieucimatta.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lupieucimatta.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lupieucimatta.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lupieucimatta.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lupieucimatta.wordpress.com&amp;blog=10022413&amp;post=14&amp;subd=lupieucimatta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lupieucimatta.wordpress.com/2009/10/25/metode-latihan-fisik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8f1b45cd1d34993b936d2d786451fd6a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lupieucimatta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SEJARAH DAN PERKEMBANGAN JUDO</title>
		<link>http://lupieucimatta.wordpress.com/2009/10/25/12/</link>
		<comments>http://lupieucimatta.wordpress.com/2009/10/25/12/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 03:33:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lupieucimatta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar JUDO]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Judo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lupieucimatta.wordpress.com/2009/10/25/12/</guid>
		<description><![CDATA[SEJARAH DAN PERKEMBANGAN JUDO Asal usul Judo Konon, judo dulunya berasal dari Jujitsu. Nenek moyang orang Jepang yang hidup di jaman Jomon (5000 SM) dan jaman Yayoi di abad 2 &#8211; 3 Masehi telah belajar teknik-teknik membanting, memukul, menendang dan &#8230; <a href="http://lupieucimatta.wordpress.com/2009/10/25/12/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lupieucimatta.wordpress.com&amp;blog=10022413&amp;post=12&amp;subd=lupieucimatta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SEJARAH DAN PERKEMBANGAN JUDO</p>
<p>Asal usul Judo</p>
<p>Konon, judo dulunya berasal dari Jujitsu. Nenek moyang orang Jepang yang hidup di jaman Jomon (5000 SM) dan jaman Yayoi di abad 2 &#8211;  3 <span id="more-12"></span>Masehi telah belajar teknik-teknik membanting, memukul, menendang dan mengunci orang agar berhasil dalam pertarungan antara sesama manusia maupun untuk berburu binatang.</p>
<p>Selama masa Nara (552-793 M) kekaisaran menerapkan tiga macam ilmu militer yaitu panahan, panahan berkuda dan gulat sumo. Seseorang yang memiliki ketiga jenis ilmu tersebut dapat mencapai status yang tinggi. Waktu itu negara Jepang kurang bersatu dan sering terjadi pemberontakan hingga menimbulkan keinginan  seseorang untuk menguasai ilmu beladiri yang sempurna. Gulat sumo mengalami transisi dari bentuk ritual ke bentuk militer, bersamaan penaklukan daerah-daerah timur oleh Sakanoue dimana banyak pendekar Samurai berlatih sumo. Pada waktu itu para pegulat sumo berpakaian lengkap dalam latihan, berbeda dari sekarang dimana mereka hampir tidak berbaju.</p>
<p>Di masa Heian (794-1184 M) kelompok-kelompok Genji dan Keike saling berebut supremasi. Guru-guru beladiri militer Yaroigumi (bertarung dengan memakai pelindung) dan Katchu Gumi Uchi (bertarung dengan memakai penutup tubuh dari logam) diorganisir secara besar-besaran dan mengalami penyempurnaan selama masaa Kamakura (1185-1392 M).</p>
<p>Sistem pendekar perang berkuasa dimulai semasa Muromachi (1392-1573 M) sampai masa Sengoku (1477-1582 M). Pada masa itu tidak ada stabilitas sosial karena para panglima perang saling berebut kekuasaan. Sementara itu kelompok-kelompok samurai dan kelompok warga negara biasa yang sebelumnya telah belajar ilmu bela diri turut menunjang perkembangan Jujitsu Kogusoku dan Koshi No Mawari.</p>
<p>Dari masa Azuchi sampai masa Momoyama (1573-1615 M) bentuk-bentuk ritual sumo menjadi popular kembali. Gulat dalam bentuk modern mulai muncul dan pembagian yang jelas berbagai jenis pertarungan mewarnai keanekaragaman Jenis beladiri yang sekarang ini memiliki berbagai nama dan aliran dalam perkembangannya.</p>
<p>Judo mulai diikutsertakan pada Kejuaraan Nasional Jepang tahun 1948. Pada tahun itu juga terbentuk Federation Judo Eropa yang didirikan di London. Tahun 1949 berdiri Federation Judo Jepang dan pertandingan antara timur dan barat mulai diadakan. Banyak pejudo-pejudo senior dikirim ke luar negeri untuk mengembangkan minat judo dan mengikuti mengikuti berbagai kejuaraan Internasional di Asia, Eropa, dan Amerika. Akhirnya Judo menjadi berita hangat sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan pada Olympiade 1964 Tokyo.</p>
<p>Perkembangan Judo di Indonesia</p>
<p>Di Indonesia Judo mulai berkembang pada tahun 1949 ketika seorang Belanda bernama JD SCHILDER mendirikan perkumpulan Judo di Jakarta dengan nama JIGORO KANO KWAI. Banyak anggota masyarakat seperti pelajar, mahasiswa, umum maupun angkatan bersenjata ikut berlatih. Beberapa anggota perkumpulan ini yang masih aktif hingga sekarang adalah Prof. Dechan Elias, Leo Budiman Prakasa, HW Muchdie, dll.</p>
<p>Perkumpulan di daerah lainpun mulai berrmunculan, seperti di Medan dibawah pimpinan Moriwa Wada dari Jepang, kemudian di Surabaya yang dipimpin oleh seorang Jepang yang bernama S. Makino. Dari sini lahir nama-nama GW Pantaouw, yang sampai sekarang menjadi tokoh Judo di Jawa Timur. Selain itu Pancoro, pejudo tangguh pada dekade enam puluhan, serta Lukas Umartono yang kemudian pindah ke Solo dan menjadi tokoh Judo di Jawa Tengah. diBandung para perwira Sudam I Kodam III Siliwangi mendirikan sebuah perkumpulan Judo bernama Judo Institute Bandung (JIB) pada tanggal 20 Mei 1955. pelatihnya seorang Jepang bernama Toke Oki Supriadi.</p>
<p>Tanggal 25 Desember 1955 berdirilah organisasi yang mengelola olahraga Judo yaitu PERSATUAN JUDO SELURUH INDONESIA disingkat PJSI. Pada tahun itu juga PJSI secara resmi  diterima menjadi anggota INTERNASIONAL JUDO FEDERATION (IJF). Sayang, dalam perkembangan organisasi terjadi konflik antara Teknical Director PJSI S. Makino dengan JD Schilder yang memimpin Jigoro Kano Kwai. Akibatnya cukup fatal, anggota Jigoro Kano Kwai tidak diperbolehkan menjadi anggota PJSI sehingga mereka pun mendirikan organisasi tandingan yang diberi nama PERSATUAN JUDO INDONESIA DJAKARTA (PJID) yang dipelopori oleh mahasiswa dan Kepolisian RI. Sejak itu kegiatan judo di Indonesia ditangani oleh PJSI dan PJID. Keadaan ini berlanjut sampai tahun 1960.</p>
<p>Tanggal 20 Desember 1960 diadakan kongres II bandung. Salah satu keputusannya yang penting adalah mufakat kedua pihak yang berselisih akan bergabung dalam satu wadah, yakni PJSI. Setelah bergabung kembali, barulah perkembangan organisasi menjadi maju pesat.</p>
<p>Dalam acara PON V tahun 1961 di Bandung, Judo merupakan salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan. Inilah kesempatan pertama bagi para pejudo daerah untuk bertanding dalam Skala Nasional. Sang juara pada waktu itu adalah SUJONO dari Propinsi Riau, yang kini dikenal sebagai salah satu Tokoh Judo di Indonesia.</p>
<p>Tahun 1963 Indonesia mulai mengikuti kegiatan Internasional, dalam Ganefo I di Jakarta. Pejudo DKI Jaya, Tonny Atmajaya berhasil menjadi juara III kelas berat. Pada tahun 1966 Indonesia mengikuti kejuaraan Asia I di Manila. Dalam Kongres I Judo Federation of Asia (JUA), Indonesia diwakili oleh Prof. Dechjan Elias. Hasil kejuaraan Asia yang berhasil diraih Indonesia adalah juara III kelas Menengah oleh Tonny Atmajaya dan Juara III kelas Berat oleh Paulus Pranoto..</p>
<p>Sejak itu, Indonesia selalu ikut dalam percaturan Olahraga Judo, baik di tingkat Asia maupun Dunia. Dengan Prestasi yang terbaik dikawasan Asia Tenggara. Para pejudo yang mempunyai nama ditingkat nasional maupun Internasional antara lain adalah Pancoro, Soejono, Atmajaya bersaudara, Raymond Rochili, Suranta Ginting, Yono Budiono, Haryanto Chandra, Perry Pantaouw, Elly Amalia, Bambang Prakarsa dll.</p>
<p>Pengelola dan pengurus organisasi Judo tidak terlepas dari nama-nama seperti Jendral Surono, HW Muchdie, Prof. Dechjan Elias, Soejono, Ir. AR. Soehoed, Mayjen Wismoyo Arismunandar, Hamidin AR serta Atmajaya Bersaudara yang mempunyai warna tersendiri dalam mengembangkan Judo di Indonesia. Sedangkan para pembina daerah yang aktif mengembangkan Judo di diantaranya adalah GW Pantouw untuk Jawa Timur, Lucas Umartono (Alm) untuk Jawa Tengah, T. Oki Supriadi dan Atang M. Noors BA untuk Jawa Barat, BF Sianipar dan Leo Budiman Prakarsa untuk DKI Jaya. M. Wada (Alm) untuk Sumatera Utara.</p>
<p>TUJUAN JUDO</p>
<p>Untuk menguasai Teknik Judo perlu dilakukan latihan fisik. Kunci yang pokok adalah meningkatkan penguasaan diri dengan penuh kesabaran untuk menguasai rasa sakit dan kekalahan. System jepang tercermin dalam latihan judo, dimana jiwa raga bersatu dan filosofi jiwa merupakan nilai kesatuan ini.</p>
<p>JUDO berarti CARA YANG HALUS, sedangkan JUJITSU berarti TEKNIK YANG HALUS.  Filosofi judo bertujuan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat melalui kesatuan jiwa raga, dengan kata lain, Jigoro Kano menggunakan energi/tenaga dengan bijaksana.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lupieucimatta.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lupieucimatta.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lupieucimatta.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lupieucimatta.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lupieucimatta.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lupieucimatta.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lupieucimatta.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lupieucimatta.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lupieucimatta.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lupieucimatta.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lupieucimatta.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lupieucimatta.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lupieucimatta.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lupieucimatta.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lupieucimatta.wordpress.com&amp;blog=10022413&amp;post=12&amp;subd=lupieucimatta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lupieucimatta.wordpress.com/2009/10/25/12/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8f1b45cd1d34993b936d2d786451fd6a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lupieucimatta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SELAMAT DATANG COY!!!!</title>
		<link>http://lupieucimatta.wordpress.com/2009/10/20/hello-world/</link>
		<comments>http://lupieucimatta.wordpress.com/2009/10/20/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 03:36:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lupieucimatta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Seputar JUDO]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Selamat datang di bog lutpieucimatta . . . . .<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lupieucimatta.wordpress.com&amp;blog=10022413&amp;post=1&amp;subd=lupieucimatta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat datang di bog lutpieucimatta . . . . .</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lupieucimatta.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lupieucimatta.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lupieucimatta.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lupieucimatta.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lupieucimatta.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lupieucimatta.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lupieucimatta.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lupieucimatta.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lupieucimatta.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lupieucimatta.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lupieucimatta.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lupieucimatta.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lupieucimatta.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lupieucimatta.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lupieucimatta.wordpress.com&amp;blog=10022413&amp;post=1&amp;subd=lupieucimatta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lupieucimatta.wordpress.com/2009/10/20/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8f1b45cd1d34993b936d2d786451fd6a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lupieucimatta</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
