KEBUGARAN JASMANI DENGAN KESEHATAN MENTAL

Hubungan antara Latihan Kebugaran dengan Kesehatan Mental

A) Latihan Kebugan Jasmani

Setiap orang normal pasti berkeinginan untuk sehat dan bugar, yang dimaksud sehat adalah : keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Sedangkan bugar adalah : kemampuan tubuh untuk melakukan kegiatan sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan fisik dan mental yang berlebihan.

Untuk mendapatkan kondisi tubuh yang sehat dan bugar salah satu caranya adalah  berolah raga/ latihan kebugan dengan baik dan benar, yaitu :

  1. Olah raga/ latihan kebugan dapat dimulai sejak usia muda hingga usia lanjut.
  2. Dapat dilakukan dimana saja, dengan memperhatikan lingkungan yang aman dan nyaman,  bebas polusi dan tidak menimbulkan cedera.
  3. Dilakukan secara bertahap dimulai dari pemanasan 5 – 10 menit, diikuti dengan latihan inti minimal 20 menit dan diakhiri dengan pendinginan selama 5 – 10 menit.
  4. Frekuensi latihan dilakukan secara teratur 3 – 5 kali per minggu.
  5. Intensitas latihan :Untuk meningkatkan daya tahan tubuh harus mencapai 70% – 85%  denyut nadi maksimal (DNM). DNM adalah denyut nadi maksimal yang dihitung berdasarkan : DNM = 220 – UMUR. Untuk membakar lemak dengan intensitas yang lebih ringan, yaitu 60 – 70 % DNM.

Contoh :

Orang dengan usia 40 tahun, akan mempunyai : DNM = 220 – 40 = 180, untuk membakar lemak orang tersebut harus berolah raga dengan denyut nadi mencapai : 60 % x 180 = 108, sampai dengan 70 % x 180 = 126.

  1. Waktu. Mulai semampunya, selanjutnya ditambah secara perlahan-lahan. Untuk meningkatkan daya tahan tubuh (endurence) perlu waktu antara 1/2 – 1 jam, untuk membakar lemak perlu waktu lebih lama (lebih dari satu jam).

Komponen-komponen Kebugaran Jasmani

Kebugaran jasmani sangat penting dalam menunjang aktifitas kehidupan sehari-hari, akan tetapi nilai kebugaran jasmani tiap-tiap orang berbeda-beda sesuai dengan tugas/profesi masing-masing. Kebugaran jasmani terdiri dari komponen-komponen yang dikelompokkan menjadi kelompok yang berhubungan dengan kesehatan (Health Related Physical Fitness) dan kelompok yang berhubungan dengan ketrampilan (Skill Related Physical Fitness). Berikut ini akan dijelaskan komponen kebugaran jasmani yang berkaitan dengan kesehatan.

  1. Daya tahan Kardiovaskuler

Adalah kemampuan jantung dan pembuluh darah dalam memasok gizi dan oksigen ke otot selama melakukan latihan (Kent, 1994)

  1. Daya Tahan Otot

Adalah kemampuan organ otot untuk melawan kelelahan yang timbul sat melakuakn aktifitas olahraga atau aktifitas yang memerlukan gerak sebagai sarana. Daya tahan otot dipengaruhi oleh jenis fibri otot, fibril merah (tonic), kualiatas sistem pernapasan dan peredaran darah, proses metabolisme otot dan hormon, sistem syaraf pusat dan perifir, kekuatan otot maksiamal, daya ledak dan power endurance, koordinasi gerakan otot-otot, irama gerak peranapasan, susunan kimia dalam otot(glikogen, ATP, dan cadangan alkali), umur dan jenis kelamin.

  1. Kelentukan

Adalah kemampuan suatu tendon otot pada sendi terulur tanpa mengalami hambatan fisik (Kent, 1994)‏. Faktor-faktor yang mempengaruhi kelentukan oleh bentuk, tipe dan stuktru sendi, ligament dan tendon, usia dan jenis kelamin.

  1. Kekuatan

Adalah Kemampuan otot atau lebih yang bekerja melawan suatau tahanan dengan usaha maksimal (suharno, 1993)‏. Faktor yang menentukan kekuatan yaitu luas potongan melintang otot sebagai akibat hipertropi otot, jumlah fibril otot, ukuran rangka tubuh (skelet), inversi otot, sistem kimiawi, usia dan jenis kelamin.

  1. Kelincahan

Adalah kemampuan mengubah posisi badan pada suatu tempat dengan cepat, secara tepat tanpa kehilangan keseimbangan ( Kent, 1994)‏. Faktor-faktor yang mempengaruhi kelincahan adalah kecepatan reaksi, kecepatan gerak, kemampuan beradaptasi dan mengatisispasi, mengatur kelentukan sendi dan kemampuan koordinasi dan kemampuan mengatur gerakan (suharno, 1993)‏

  1. Kecepatan

Adalah kapasitas menempuh jarak atau bergerak dengan cepat (Bompa, 1994)‏. Unsur-unsur kecepatan yaitu waktu reaksi, frekuensi gerakan per satuan waktu, dan kecepatan tertentu menempuh jarak tertentu. Faktor-faktor kecepatan inversi sistem syaraf, elastisitas otot, biokimia otot, kemampuan otot relaksasi, konsentrasi dan kemauan, kemampuan menggunkan dengan teopta kecepatan untuk bergerak dan bereaksi.

  1. Keseimbangan

Adalah kemampuan seseorang memelihara sistem neuromuskularnya dalam kondisi statis untuk menjawab secara efisien atau mengontrol dalam siakp khusus secara efisien dilanjutkan bergerak (Barrow dan Mc Gee, 1971)‏. Faktor-faktor yang mempengaruhi keseimbangan sistem vestibular dibagian dalam telinga, penglihatan, meraba dan proprioseptor

B) Kesehatan Mental

Yang di maksud dengan kesehatan mental, ialah kemampuan seseorang menyesuaikan diri terhadap berbagai tuntutan perkembangan sesuai kemampuannya, baik tuntutan dalam diri sendiri maupun luar dirinya sendiri, seperti menyesuaikan diri dengan lingkungan rumah, sekolah, lingkungan kerja dan masyarakat serta teman sebaya.

Seseorang dapat mengikuti atau melakukan suatu aktivitas dengan baik bila ia sehat secara mental. Yang dimaksud sehat secara mental adalah adanya rasa aman, kasih sayang, kebahagiaan dan rasa diterima oleh orang lain. Sebaliknya seseorang akan mengalami hambatan mengikuti atau melakukan suatu aktivitas bila kesehatan mentalnya terganggu, seperti adanya: rasa cemas, sedih, marah, kesal, khawatir, rendah diri, kurang percaya diri dan lain-lain.

Cara memiliki dan menjaga kesehatan mental yang tangguh.

Keberhasilan seseorang dalam melakukan atau mencapai sesuatu sangat banyak dipengaruhi bagaimana ia mampu menjaga kesehatan fisik dan mental sebaik-baiknya (seimbang). Kesehatan fisik dan mental seseorang menjadi satu kesatuan penting dan tidak terpisahkan dalam setiap aspek kehidupan untuk dapat melakukan dan mencapai sesuatu secara optimal.

Untuk itu setiap orang agar memilki kemampuan menghadapi persoalan atau masalah hendaknya:

a)      Menerima dan mengakui dirinya sebagaimana adanya.

b)      Tekun beribadah dan berakhlak mulia.

c)      Bersikap sportif.

d)     Percaya diri.

e)      Memiliki semangat atau motivasi.

f)       Tidak takut menghadapi tantangan dan berusaha terus untuk mengatasinya (hal positif).

g)      Terbuka.

h)      Tenang, tidak emosi  bila menghadapi masalah (pikirkan dengan kepala dingin).

i)        Banyak bergaul dan bermasyarakat (bergaul yang positif).

j)        Bangun komunikasi yang baik dengan orang tua, teman, guru, dosen, atasan, dan lain-lain.

k)      Banyak latihan mengendalikan diri, seperti tidak pemarah, tidak cemas, berpikir positif, mudah memaafkan dan lain-lain.

l)        Membiasakan diri untuk selalu peduli dengan lingkungan dan orang lain.

C) Hubungan antara Latihan Kebugaran dengan Kesehatan Mental

Para peneliti di Belanda menemukan, ketika orang usia lanjut (berusia lebih dari 55 tahun) yang sehat menjaga kebugarannya dengan beraerobik, secara bersamaan dia memperbaiki kualitas ingatan, perhatian, dan kemampuan mental lainnya. Temuan ini dipublikasikan dalam Cochrane Library edisi April 2008, sebuah publikasi dari Cochrane Collaboration, sebuah organisasi internasional yang mengevaluasi penelitian bidang kesehatan.

Latihan aerobik di antaranya jalan cepat yang membuat kerja jantung terpacu dan memperbaiki daya tahan jantung. Latihan jenis ini terbukti memberi manfaat bagi jantung. Secara bersamaan, para penelitian kemudian mengaitkan dengan fungsi kognitif otak pada orang usia lanjut.Namun, masih belum jelas adakah keterkaitan langsung antara latihan aerobik dan keuntungannya bagi jantung.

Beberapa penelitian kemudian menguji efek aerobik dibandingkan orang yang tidak melakukan latihan apa pun. Sebagai pembanding, para peneliti menganalisis orang yang melakukan latihan tenaga atau fleksibilitas serta aktivitas sosial.

Delapan dari 11 macam penelitian itu peneliti menemukan responden yang melakukan latihan aerobik rata-rata menunjukkan perbaikan level kebugaran mereka. Perbaikan itu ternyata juga membantu meningkatkan kualitas ketajaman mental. “Namun, masih belum jelas mengapa perbaikan kebugaran fisik memberikan keuntungan sehingga masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut,” papar Angevaren.

Pasalnya, ketika para peneliti tidak memperhitungkan responden yang tak melakukan latihan apa-apa dari analisis itu, tidak ditemukan bukti yang konsisten. Bukti bahwa apakah aerobik memberikan manfaat lebih dibandingkan jenis olahraga lainnya.

“Ini perlu dibuktikan apakah efek yang sama juga diperoleh dari bermacam jenis olahraga lainnya,” tambahnya.

Meski demikian, Angevaren tetap menggarisbawahi kesimpulan tentang mengapa aerobik atau jantung yang sehat bermanfaat bagi otak. “Perbaikan ini secara kognitif sebagai hasil dari kebugaran jantung dapat dijelaskan melalui perbaikan aliran darah ke otak. Dengan demikian, meningkatkan metabolisme otak, kemudian merangsang produksi neurotransmiter dan pembentukan sinapsis baru,” jelasnya.

Neurotransmiter merupakan zat kimia dalam tubuh yang bertugas membawa pesan antara sel-sel urat saraf. Sementara itu, sinapsis merupakan pertalian antara hubungan-hubungan sel urat saraf. Dengan begitu, para peneliti menyimpulkan bahwa dengan menyehatkan jantung, secara bersamaan juga melindungi otak. Tidak hanya melindungi dari serangan jantung, juga stroke.

Sebab, menurut Angevaren, penyakit kardiovaskular dikenal sebagai salah satu penyebab masalah fungsi mental.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s